The Game is On by Rolex

Salah satu jam tangan yang menjadi bahan perbincangan serta mencuri perhatian pada ajang Baselworld 2018 beberapa waktu yang lalu datang dari sebuah brand legendaris yang kerap kali menjadi “ikon kekayaan” yaitu Rolex.

Kali ini Rolex kembali meluncurkan beberapa jenis jam tangan baru. Jam tangan ini masih termasuk dalam seri terdahulu dengan bentuk yang lebih revolusioner, akan tetapi satu yang menarik perhatian dari para jurnalis dan pencinta Rolex adalah The New Cosmograph Daytona. Jam tangan ini merupakan yang pertama kali diluncurkan pada tahun 1963. Pada Baselworld 2018 yang dibuka pada tanggal 22 Maret 2018 ini, jam tangan tersebut hadir dengan sebagai generasi baru yang mengalami evolusi.

The New Cosmograph Daytona ini tampil berkilau dengan hiasan taburan batu permata rubi, emerald, zamrud dan berlian diatas Everose Gold 18 karat, jam tangan ini juga mengalami evolusi pada teknologinya. Mesinnya yang digunakan adalah Perpetual Calibre 4130 dengan movement Mechanical Self-Winding yang semuanya merupakan hasil karya pabrik Rolex sendiri. Jam tangan ini mampu menyimpan tenaga sampai 72 jam serta memiliki Chronograph yang terhubung dengan roda dan kantong vertikal secara mekanik sehingga mampu memberikan akurasi putar yang tepat.

Jam tangan yang “layak pamer” di instagram ini memiliki 36 butir permata safir pada bingkai atau bazelnya. Dengan gradasi warna pelangi serta 11 butir permata safir berwarna sebagai pengganti angka. Berbeda dengan Cosmograph Daytona yang telah diluncurkan pada 2013 yang lalu, dimana jam tangan tersebut dihiasi dengan berlian putih dengan potongan brilliant pada penunjuk angkanya.

Bukan hanya itu saja pada bagian case dari The New Cosmograph Daytona ini terdapat 56 butir berlian putih dengan potongan brilliant ditambah dengan fitur waterproof hingga kedalaman 300 meter semakin membuat daya tarik jam tangan ini begitu menggoda.

Jam Tangan bertema Otomotif

Bagaikan sepasang sejoli, jam tangan dan dunia otomotif merupakan dua hal yang sulit dipisahkan sejak dulu. Harus kita akui, industri perkembangan dunia otomotif ternyata memiliki peran dalam menginspirasi design dari jam tangan sampai sekarang ini, khususnya pada jam tangan kelas premium.

Beberapa aktor terkenal yang yang tidak lepas kaitannya dengan dunia balapan mobil seperti Steve McQueen dan Paul Newman ini selalu memperlihatkan hubungan erat andatara jam tangan dan otomotif. Para produsen jam tangan pun banyak melahirkan hasil karya mereka yang terinspirasi dari dunia otomotif.

Jadi tidaklah heran jika banyak para pecinta otomotif memiliki selera yang tinggi untuk megoleksi jam tangan berkelas yang terinspirasi dari otomotif. Berikut kami rangkum 5 jam tangan premium yang terinspirasi dari otomotif.

1. Omega Speedmaster Racing

Selama ini Speedmaster terkenal sebagai sebuah merek jam tangan yang lekat dengan embel-embel ruang angkasa. Namun, beberapa waktu yang lalu perusahaan tersebut menelurkan sebuah jam tangan edisi khusus yang bertemakan motorsport.

2. TAG Heuer Monaco

Kepopuleran jam tangan ini dimulai saat jam tangan ini terlihat menempel diatas tangan seorang aktor terkenal Steve McQueen dalam sebuah film bertema balapan dengan judul Le Mans. Jam tangan Monaco ini memang sudah tidak lepas dari masa kejayaan motosport.

3. Breitling for Bentley B04 GMT

Jam tangan Bentley B04 GMT asal Inggris ini memiliki ciri khas tersendiri, yaitu jam tangan ini memiliki 2 waktu, seperti yang terdapat pada edisi terbarunya yakni seri GMT hingga seri model GT. Dilihat dari designnya jam tangan ini sudah tercium aroma otomotif yang begitu kental.

4. Richard Mille RM010 Le Mans Classic

Model ini adalah jam tangan yang diproduksi Richard Mille secara exclusive dan hanya ada 30 buah saja. Le Mans Carte sendiri adalah nama sebuah ajang balapan paling bersejarah di dunia. Selain itu jam tangan ini memiliki edisi yang sangat langka yakni edisi Felipe Massa RM011.

5. Porsche Design Flat Six

Dilihat dari namanya Porsche, orang tentu tak usah bingung dengan memikirkan antara hubungan jam tangan ini dengan merek mobil sport yang terkemuka didunia itu. Flat Six merupakan sebuah jam tangan yang menjadi salah satu bagian dari sejarah perusahaan otomotif terkenal asal Jerman itu.

Dominasi Jam Tangan Pintar

Tidak bisa kita pungkiri bahwa perkembangan teknologi di era sekarang ini sudah sangat maju. Beberapa tahun belakangan ini, berbagai perusahaan teknologi berlomba-lomba merilis produk smartwatch atau yang biasa disebut jam tangan pintar. Dimana produk yang biasa disebut dengan jam tangan pintar ini menawarkan segudang fitur jauh lebih banyak dibandingkan dengan jam tangan mechanical buatan Swiss. Apakah hal tersebut akan membuat jam tangan mechanical asal Swiss tergusur ?

Smartwatch / jam tangan pintar ini dapat dikoneksikan dengan smartphone serta memperlihatkan notifikasi yang ada pada smartphone. Jam tangan pintar ini juga dapat menampilkan detak jantung pemakainya. Untuk harganya sendiri relatif lebih murah dibandingkan dengan jam tangan mewah buatan Swiss yang terkenal sangat mahal.

Pasar jam tangan swiss ternyata pernah mengalami krisis pada tahun 1970-an. Hal tersebut terjadi karena produsen jam tangan asal jepang mengeluarkan mesin jam terbaru dimana jam tangan tersebut menggunakan baterai, atau biasa dikenal dengan mesin Quartz. Jam tangan buatan Swiss yang mengandalkan mesin mechanical atau biasa disebut mesin automatic ternyata memiliki akurasi yang lebih rendah dibandingkan dengan jam tangan yang menggunakan mesin Quartz. Harga yang ditawarkan oleh jam tangan Quartz pun relatif lebih murah dibandingkan dengan jam tangan Swiss.

Salah satu brand terkenal asal Jepang yang menggunakan mesin Quartz yaitu Seiko. Dengan tingkat akurasi yang lebih bagus dari pada jam tangan Swiss, harga jam tangan Seiko ini pun jauh lebih murah dibandingkan dengan jam tangan Swiss seperti Rolex, Rado, Cartier, dan masih banyak lagi lainnya. Hal itulah yang menyebabkan penjualan dari jam tangan Swiss merosot drastis.

Apakah dengan munculnya Smartwatch ini akan membuat produsen jam tangan Swiss mengalami krisis seperti yang terjadi pada tahun 1970 lalu? atau para produsen jam tangan Swiss telah belajar dari masa lalu? serta memastikan bahwa Smartwatch tidak akan bisa berhasil menggeser dominasi jam tangan Swiss di didunia jam tangan.

Dedikasi Hublot untuk Piala Dunia 2018

Pada event Baselworld 2018 beberapa waktu lalu, Hublot yang merupakan salah satu produsen jam tangan terkemuka asal Swiss ini dengan bangga meluncurkan smartwatch perdananya. Smartwatch ini dirancang secara khusus untuk event internasional Piala Dunia 2018, di mana semua wasit yang ikut berpartisipasi nanti akan memakai jam tangan pintar ini.

Smartwatch ini diberi nama Hublot Big Bang Referee 2018 FIFA World Cup Russia, untuk designnya sendiri hampir mirip dengan seri Hublot Big Bang lainnya. Dengan casing berdiameter 49 mm yang dibuat dari bahan titanium, bagitu juga dengan bezel yang melingkari layarnya. Selain itu, perangkat ini pun diklaim tahan air hingga dengan kedalaman 50 meter.

Untuk layarnya menggunakan panel AMOLED berdiameter 35,4 mm touchscreen dengan resolusi 400 x 400 pixel (287 ppi). Jam tangan pintar ini ditenagai oleh prosesor Intel Atom Z34XX seperti yang digunakan oleh Tag Heuer Connected Modular 45. Untuk melengkapi spedifikasi diatas, bebrapa fitur sensor pun ditambahkan seperti gyroscope , accelerometer dan GPS. Baterai jam tangan pintar ini diperkirakan memiliki daya tahan sampai dengan satu hari.

Jam tangan Hublot Big Bang Referee 2018 FIFA World Cup Russia menggunakan sistem operasi Wear OS, dimana Wear OS ini merupakan sebuah nama baru dari Android Wear yang sudah resmi diumumkan beberapa waktu lalu. Untuk jam tangan edisi FIFA World Cup Russia 2018 ini, Hublot juga menyematkan beberapa fitur eksklusif, salah satunya adalah watch face yang bisa menampilkan 32 bendera dari negara-negara yang ikut berpartisipasi di Piala Dunia 2018.

Selain itu, Jam tangan Hublot Big Bang Referee 2018 FIFA World Cup Russia ini juga akan mengirimkan pesan berupa notifikasi lebih awal 15 menit sebelum pertandingan dimulai. Bukan hanya itu saja, selama pertandingan sedang berlangsung para pengguna bisa melihat data statistik serta berbagai macam informasi lainnya bahkan ketika sang kulit bundar mengoyak jaring gawang maka akan muncul notifikasi bertuliskan “GOAL”.

Jam tangan Big Bang Referee 2018 FIFA World Cup Russiasudah diluncurkan pada tanggal 1 Mei 2018 yang lalu dengan harga sekitar 5.000 Dollar US. Harga yang cukup mahal, namun smartwatch ini dinilai exclusive karena hanya di produksi sebanyak 2.018 buah saja diluar yang sudah dipersiapkan untuk para wasit.

Oleh-Oleh Dari Beselworld 2018

Setelah 6 hari yang sangat mengesankan, akhirnya acara Baselworld 2018 yang diadakan di kota Basel Swiss telah selesai. Sekedar info untuk anda, Baselworld 2018 adalah sebuah acara exclusive yang digelar setahun sekali yang dihadiri oleh berbagai merek jam tangan tekenal di dunia. Ada ratusan jam tangan keluaran terbaru yang telah dilihat tim kami, dan ada beberapa jam tangan yang cukup menarik perhatian kami.

Berikut kami rangkum beberapa jam terbaru yang pilihan khusus tim kami :
1. Tissot T-Race MotoGP Limited Edition (8.888 Pcs)
Tissot adalah salah satu produsen jam tangan yang harus anda kunjungi selama acara Baselworld 2018 tahun ini. Mereka selalu mempertahankan kualitas produknya jadi tidaklah heran jika Tissot menjadi sebuah brand jam tangan yang sangat terkenal di seluruh dunia.

Kali ini Tissot meluncurkan Tissot T-Race MotoGP Limited Edition yang hanya diproduksi sebanyak 8.888 buah saja. Tissot Limited Edition ini menggunakan Movement ETA G10 Quartz Chronograph dengan diameter sebesar 43mm. Untuk bahan Case-nya dibuat dari material Stainless Steel yang dibalut coating berwarna Rose Gold. Selain itu jam tangan ini memiliki fitur Water Resistant hingga kedalaman 100 meter.

2. Citizen Satelite Wave GPS CC7005-16E
Citizen adalah brand produsen jam tangan yang selalu aktif dan selalu memberikan inovasi terbaru dalam setiap produk jam tangan mereka. Pada event Baselworld tahun 2018 kali ini, Citizen berhasil mencuri perhatian sebagian besar para pecinta jam tangan mewah.

Sesuai dengan namanya, jam tangan seri ini mampu menerima sinyal dimanapun. Untuk penyesuaian waktu hanya membutuhkan 3 detik saja. Jam ini dilengkapi dengan Eco-Drive yang diklaim dapat bertahan sampai dengan 2.5 tahun dalam keadaan full charge, walaupun dalam keadaan yang kurang cahaya. Jam tangan ini berdiameter 48mm yang terbuat dari bahan Super Titanium serta balutan warna Bold-Green semakin membuat jam tangan ini kelihatan begitu mempesona.

3. G-Shock MRG-G2000HA “Tetsu-Tsuba” Limited Edition (350 pcs)
Pada event Baselworld 2018 kali ini, Casio juga merupakan salah satu brand jam tangan yang harus diperhitungkan. Casio sendiri adalah merupakan produsen jam tangan berkualitas tinggi, dimana pada jam tangannya memadukan teknologi terkini dengan design yang cukup unik.

Kali ini G-Shock menghadirkan seri Top of the line yaitu G-Shock MRG-G2000HA “Tetsu-Tsuba” Limited Edition yang hanya diproduksi 350 buah saja. Untuk seri G-Shock Limited Edition ini memliliki fitur yang cukup menarik, diantaranya : Arc Ion Plating Treatment, Solar Powered, Hybrid Mount Counstruction, Super Illuminator LED Light, serta memiliki Water Resistance sampai dengan 20 ATM. Untuk jam tangan seri ini juga dapat terhubung dengan G-Shock Connected App yang ada di smartphone anda.

4. Seiko Astron SSE174 The Astron Novak Djokovic Limited Edition (1.500 pcs)
Seperti pada tahun-tahun yang lalu, Seiko juga merupakan salah satu brand ternama yang wajib dikunjungi. Pada tahun 2018 ini merupakan tahun untuk Jam Diver Seiko. Pada Baselworld kali ini Seiko Astron adalah salah satu seri yang paling ditunggu oleh para pencinta jam tangan.

Sejak tahun 2012 yang lalu, Seiko Astron begitu populer khususnya di kalangan para travelers internasional. Kemudian pada tahun 2017 lalu, Seiko Astron meluncurkan seri Executive dimana seri ini didesign agar dapat dipakai untuk kegiatan sehari-hari Anda. Seri Seiko Astron SSE174 The Astron Novak Djokovic Limited Edition ini diproduksi secara terbatas yaitu hanya 1.500 buah saja. Jam tangan seri ini menggunakan movement 8X53 dengan diameter sebesar 46.7mm dan ketebalan hanya 14.5mm saja. Jam tangan seri ini pun memiliki fitur Water Resistance sebesar 20 bar.

Tourbillon Ala Negeri Tirai Bambu

Tourbillon movement atau biasa disebut dengan mesin tourbillon, pertama kali diperkenalkan pada tahun 1795 dan telah dipatenkan oleh Abraham-Louis Breguet, yaitu seorang keturunan Perancis dan Swiss pada 26 Juni 1801. Mesin Tourbillon ini memiliki fungsi untuk mengurangi efek dari gaya gravitasi agar jam tangan tetap berfungsi secara normal pada posisi apapun dan bahkan di tempat yang memiliki gaya gravitasi yang rendah sekalipun.

Pada tahun 2005, Sea-Gull meluncurkan sebuah jam tangan pertamanya yang menggunakan mesin tourbillon. Tianjin Economic Commission (Badan Ekonomi Tianjin) menyatakan bahwa teknologi dikembangan dan digunakan Seagull ini adalah merupakan sebuah teknologi terdepan dalam negeri pada saat itu. Sejak saat itu, Seagull Watch kemudian memulai persaingannya dengan tiga kekuatan utama dalam industri jam tangan mechanical dunia pada saat itu. Hal tersebut kemudian secara perlahan-lahan mulai menghilangkan persepsi masyarakat bahwa jam tangan mechanical yang kompleks serta mewah bukan hanya diproduksi oleh Swiss dan Jerman saja.

Salah seorang pengguna jam tangan Tourbillon produksi Sea-Gull membandingkan jam tangan Sea-Gull dengan jam tangan buatan Swiss miliknya. Dimana dia berpendapat bahwa jam tangan Tourbillon produksi Sea-Gull tidak kalah kualitasnya jika dibandingkan dengan jam tangan buatan Swiss. Sebaliknya, akurasi dari jam terutama akurasi menitnya memiliki kualitas yang lebih baik saat dibandingkan dengan jam tangan buatan Swiss. Jam tangan Tourbillon produksi Sea-Gull pun kelihatan lebih kokoh. Dilihat dari segi design jam tangan Tourbillion Seagull ini tidak kalah elegan dan exclusive. Kesan mewah ini terpancar jelas pada desain jam tangan merek Sea-Gull ini. Kemudian Ia pun menambahkan bahwa Tourbillon ini merupakan sebuah jam tangan yang membutuhkan servis rutin yang tinggi, hal ini sesuai dengan tingkat kerumitan dari mesin yang digunakan. Oleh karena itu, merek jam tangan Sea-Gull ini lebih bisa diandalkan untuk pemakaian sehari-hari, ditambah dengan harganya yang lebih bersahabat. Sementara untuk jam tangan buatan Swiss menurutnya masih terlalu mahal. Walaupun jam tangan Toubillon ini buatan China, ternyata jam tangan ini punya nomor seri yang unik yang bertujuan untuk membuktikan keasliannya. Menurutnya, untuk kali ini produk dengan label “made in China” tidak menggambarkan tentang produk imitasi atau produk yang berkualitas rendah, tapi produk yang berkualitas tinggi dengan design yang berkelas, elegan, serta exclusive.

Jam Tangan Made in Swiss atau Jepang ?

Pada umumnya jam tangan buatan Swiss telah dikenal sebagai jam tangan mewah dan harganya yang cukup mahal. Hal tersebut dikarenakan kualitas yang diberikan sangat bagus, baik itu dari sisi pembuatannya yang sangat teliti oleh para maestro jam tangan serta memiliki nilai seni yang tinggi. Sedangkan untuk jam tangan buatan Jepang ini lebih terkenal sebagai jam tangan yang memiliki harga ekonomis dengan kualitas yang cukup bagus namun kebanyakan memiliki fitur yang canggih.

Banyak pertanyaan yang muncul tentang perbedaan kedua jam tangan ini. Pada umumnya acuan yang digunakan untuk memilih kedua jam tangan ini adalah sisi sejarah jam tangan, kualitas jam tangan, mekanisme yang digunakan, bentuk dan design jam tangan, fitur yang ditawarkan serta harga dari jam tangan tersebut.

SISI SEJARAH
Pada awalnya jam tangan buatan Swiss ini mulai dikenal orang pada abad ke-15. Popularitas jam tangan buatan Swiss ini meningkat seiiring dengan munculnya kreasi-kreasi para maestro jam tangan di Jenewa, Switzerland. Jam tangan buatan Jepang mulai diproduksi jauh setelahnya yakni sekitar pada abad ke-20. Namun industri dari jam tangan buatan Jepang ini mengalami kesuksesan yang luar biasa pada era itu.

Swiss sendiri memang sudah terkenal sebagai penghasil jam tangan dengan designnya yang mewah, berkualitas tinggi, harga yang mahal serta keahlian yang tinggi. Mereka dapat membuat jam tangan dengan design yang langka dan dibuat secara khusus untuk orang-orang yang hebat serta terkenal. Jadi tidaklah heran jika rata-rata jam tangan buatan Swiss hanya bisa dijangkau oleh para kaum elite. Para produsen Jepang menggunakan kesenjangan ini dengan cara memproduksi jam tangan buatan mereka dengan harga yang ekonomis namun dengan kualitas tidak kalah dengan buatan Swiss. Kemudian pada abad ke-20 para produsen jam tangan Jepan pun menjadikan ide ini sebagai sebuah lahan industri yang menjanjikan.

KUALITAS DAN MEKANISME
Demi untuk mempertahankan kualitas terbaik dari jam tangan buatan Swiss, maka dibentuklah sebuah federasi yang khusus bekerja hanya untuk memastikan bahwa setiap jam tangan yang telah diproduksi sudah memenuhi standar (Federation of the Swiss Watch Industry). Pada tahun 1960 Jepang mulai memproduksi jam tangan yang lebih kecil dengan cara mengecilkan ukuran rangka jam (case). Para produsen jam tangan Jepang pun mengurangi konsumsi energi pada jam tangan buatan mereka. Biasanya jam tangan buatan Jepang selalu menawarkan fitur-fitur tambahan yang inovatif dan praktis. Hal ini bertujuan agar mudah dalam perawatannya.

untuk mekanisme nya, jam tangan buatan Swiss biasannya menggunakan ETA Movement sedangkan pada jam tangan buatan Jepang biasanya menggunakan Miyota Movement. Harga dari Swiss ETA Movement ini memiliki harga yang lebih mahal jika dibandingkan harga Miyota Movement.

SISI DESIGN DAN FITUR
Jam tangan Swiss biasanya cenderung untuk membuat jam tangan itu sama dengan fungsi jam tangan asli sebelumnya. Sementara untuk jam tangan Jepang sendiri memiliki design yang agak melenceng dari fungsi jam tangan aslinya. Salah satu keuntungan dari jam tangan buatan Swiss ini adalah ada pada fitur ‘power reverse’. Jam tangan buatan Swiss biasanya lebih baik dan akurat dibandingkan dengan jam tangan buatan Jepang walaupun sudah memiliki fitur choronograph.

SISI BIAYA & HARGA
Walaupun Jepang yang pertama kali memperkenalkan jam tangan jenis Quartz, Namun jam tangan mewah dari Swiss biasanya memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan jam tangan dari Jepang. itu dikarenakan jam tangan buatan Swiss memiliki kualitas yang tinggi. Jam tangan buatan Swiss berjenis Quartz memiliki tingkat akurasi yang tinggi, tingkat ketahanan air yang tinggi, kehandalan serta ketahanannya terhadap goncangan. Jam tangan dari Swiss pun terkenal sebagai simbol ketenaran, kekayaan serta status pemakainya.

Sedangkan untuk jam tangan buatan Jepang ini muncul sebagai pemimpin dunia di bidang inovasi serta teknologi mereka. Jam tangan buatan Jepang memperkenalkan teknologi kinetik sehingga tidak memerlukan baterai untuk menjalankan jam tangan tersebut. Fitur lain biasanya ditawarkan oleh jam tangan buatan Jepang adalah fitur GPS, Stopwatch, Alarm, dan lain sebagainya. Jam tangan buatan Jepang biasanya ditawarkan dengan harga lebih terjangkau, dengan kombinasi fitur, kualitas serta fungsional.

Kesimpulannya kedua jam tangan ini masing-masing memiliki keunggulannya tersendiri, itu kembali lagi kepada selera dan kemampuan Anda untuk menentukan jam tangan mana yang menurut Anda lebih baik.

Jam Tangan Limited Edition Tissot T-Race Marc Marquez

Mungkin sebagian dari anda pasti sudah tidak asing dengan nama Marc Marquez apalagi jika anda adalah penggemar dari MotoGP. Marc Marquez menjadi pembalap paling muda yang memenangkan perlombaan balap paling bergengsi didunia yaitu MotoGP sampai dengan 4 kali. Dia pernah menyabet gelar di kategori 125cc pada tahun 2010, di ajang Moto2 pada tahun 2012 serta 4 kali di kategori MotoGPTM pada 2013, 2014, 2016 dan 2017.

Marc Marquez adalah salah satu dari beberapa pembalap populer di sirkuit pada saat usia 25 tahun, selain itu ternyata Marc Marquez berhasil mencuri perhatian Tissot, yaitu sebuah brand jam tangan ternama dari Swiss. Marc Marquez terpilih menjadi salah satu duta dari brand jam tangan yang menjadi Time Keeper resmi pada MotoGPTM.

Tissot memberikan penghormatan khusus kepada sang juara muda ini dengan meluncurkan sebuah jam tangan Limited Edition dengan nama Tissot T-Race Marc Marquez. Jam tangan bertema sporty ini menggabungkan bentuk yang kokoh dan sporty dari seri Tissot T-Race. Jam tangan ini menawarkan design unik dengan balutan warna oranye yang agak mencolok di beberapa bagian jam tersebut, warna oranye ini merupakan warna kebanggaan dari tim sang juara.

Untuk bagian strapnya menggunakan Soft Silicone Strap yang diklaim sangat nyaman saat dipakai, aksen jahitan dengan menggunakan benang berwarna oranye menunjukan semangat yang membara dari Marc Marquez. Dengan bentuk casing ramping yang dibuat dengan bahan ultimate Stainless Steel 316L dengan lapisan warna hitam dan abu-abu yang dibuat dengan teknik pewarnaan PVD (Physical Vapor Deposition), sehingga warna jam tangan ini tidak akan mudah luntur dalam jangka waktu yang lama. Paduan dari material serta teknik pewarnaan itu menggambarkan kemampuan seorang Marc Marquez saat berada di arena balap, dengan keterampilannya, ketahanannya serta tekad yang besar untuk menjadi seorang. Hal-hal itulah yang menjadi alasan utama dibalik terpilihnya Marc Marquez menjadi duta untuk Tissot.

Jam tangan dengan diameter 43 – 47 mm ini termasuk dalam kelas yang exclusive, dimana jam tangan Tissot T-Race Marc Marquez hanya diproduksi 4.999 buah saja. Bentuk kotak dari jam tangan ini pun sangat unik, yaitu bebentuk seperti helm balap dari Marc Marquez. Hal ini tentu saja menambah nilai dari jam tangan ini dan sekaligus menjadi buruan oleh para kolektor dan para penggemar MotoGP.

OMEGA “Jam Tangan Luar Angkasa”

Perusahaan jam tangan Omega sering sekali menggunakan embel-embel moonwatch dalam strategi pemasaran produk mereka. Faktanya adalah jam tangan Omega ini khususnya tipe Speedmaster ini adalah sebuah jam tangan yang pertama sekali dipakai oleh para astronot NASA di bulan pada tahun 1960-an.

Jam tangan Omega Speedmaster ini juga menjadi satu-satunya jam tangan yang telah mendapatkan sertifikasi resmi dari NASA untuk dipakai di luar angkasa serta juga telah terbukti dipilih oleh badan luar angkasa milik Russia yaitu NPO Energija.

Adapun cerita dibalik terpilihnya jam tangan Omega Speedmaster ini bisa dibilang unik. Pada awal tahun 1960-an saat NASA membutuhkan jam tangan Chronograph yang bisa dipakai oleh para astronot dalam menjalankan misinya di luar angkasa, para astronot ini memerlukan sebuah jam tangan akurat yang mampu untuk bertahan di berbagai macam kondisi ekstrim misalnya perubahan suhu, kelembapan udara, guncangan, tekanan, serta keadaan tanpa adanya gaya grativasi.

Pada saat itu NASA tidak memiliki waktu yang cukup untuk memproduksi jam tangan milik mereka sendiri, oleh karena itu pihak NASA pun mengutus beberapa orang ke kota Houston untuk membeli lima buah tipe jam tangan chronograph dengan merek yang berbeda-beda untuk kemudian diuji oleh pihak NASA.

Pada tahap pengujian yang pertama, hanya tersisa 3 buah jam tangan saja yang masih tetap beroperasi dengan baik. Lalu pada tahap pengujian yang selanjutnya hanya 1 jam tangan saja yang tersisa yaitu Omega Speedmaster Professional. Kemudian NASA membeli semua merek tersebut agar bisa dilakukan pengujian selanjutnya.

Setelah semua tahap pengujian selesai dilaksanakan, pada tanggal 1 Maret 1965 pihak NASA pun mengumumkan bahwa jam tangan Omega Speedmaster sebagai “Officially Certified Wristwatch For All Manned Space Missions.” Sementara saat itu Omega sendiri pun belum mengetahui prestasi yang telah dicapai oleh jam tangan produksi mereka itu.

Sejak saat itulah jam tangan Omega Speedmaster selalu dibagikan kepada para astronot NASA yang hendak menjalankan misi ke luar angkasa. Puncak dari pencapaian Omega Speedmaster jatuh pada tanggal 21 Juli 1969. Dimana pada saat itu Apollo 11 berhasil mendarat di bulan, jam tangan Omega Speedmaster ini pun berhasil membuat sebuah sejarah baru dalam dunia jam tangan yaitu sebagai jam tangan pertama yang dipakai manusia di bulan.

Pada bulan April tahun 1970 Omega sekali lagi membuktikan ketangguhan jam tangannya, pada saat itu misi Apollo 13 mengalami masalah pada sistem komputer mereka, saat itu para astronot NASA terpaksa harus menggunakan jam tangan Omega Speedmaster Chronograph milik mereka untuk menghitung waktu pembakaran pesawat mereka saat kembali masuk ke atmosfer bumi.

Pada acara Baselworld 2015 yang lalu, Omega kembali meluncurkan jam tangan tipe terbaru dari Moonwatch yang dinamakan dengan Darkside Of The Moon. Jam tangan tipe ini diluncurkan dengan empat varian yang berbeda satu sama lain, jam tangan varian terbaru dari Omega ini juga telah menggunakan mesin terbaru mereka yakni Omega Co-Axial 9300 Caliber yang dilengkapi dengan fitur anti gelombang elektromagnetik.

Jam tangan ini merupakan sebuah teknologi baru dibandingkan dengan versi aslinya yang hanya menggunakan kaca plexi. Untuk harga dari jam tangan ini adalah 12.000 Dollar AS atau jika dirupiahkan sekitar 167 juta Rupiah, ini merupakan sebuah harga yang cukup sepadan bagi anda untuk memiliki sejarah pendaratan pertama manusia di bulan.

DESIGN DAN FUNGSIONALITAS CARTIER DRIVE

Anda sedang mencari jam tangan yang tipis dan elegan dengan harga yang cukup terjangkau? Salah satunya adalah jam tangan Cartier Drive Extra Flat. Jam tangan Cartier Drive Extra Flat merupakan pilihan jam tangan fasionable yang harus anda pertimbangkan untuk tahun ini.

Seperti produk Cartier lainnya, jam tangan Cartier Drive Extra Flat memiliki bentuk casing yang indah dan ciri khas yang lain daripada yang lain. Bentuk casing-nya sendiri didesign dengan bentuk agak kotak, disertai angka Romawi yang besar dengan dipadu warna putih dan biru, dan hiasan batu safir biru pada bagian crown. Semua itu merupakan ciri khas design terkenal dari jam tangan Cartier yang sangat mudah dikenali, dan tidak pernah berubah dari dulu.

Jam tangan Cartier Drive Extra Flat menggunakan movement ulta-thin dari brand Piaget. Brand Piaget ini merupakan sebuah merek yang paling ternama serta sudah diakui oleh dunia. Sebagai buktinya adalah pada beberapa waktu yang lalu produk mereka yaitu Piaget Altiplano terpilih menjadi jam tangan mekanik yang tertipis di dunia.

Menariknya, kedua brand ini berada di bawah satu manajemen yang sama yakni Richemont Group. Namun bukan hanya Cartier dan Piaget saja yang berada dalam naungan Richemont group, tapi masih banyak brand ternama lainnya yang juga berada di bawah naungan Richemont group misalnya Panerai, Montblanc, IWC, dan beberapa brand terkenal lainnya.

Hal ini tidak mengherankan jika ternyata Cartier menggunakan movement dari Piaget pada produk mereka, Cartier Drive Extra Flat. Dengan memadukan design dari Cartier dan movement ultra-thin dari Piaget, maka dihasilkanlah produk yang bisa dikatakan sebagai ‘the best of two worlds’.

Jam Tangan Cartier Drive ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2016, dan hanya tersedia dalam 1 jenis varian saja yaitu warna pink gold atau yang biasa kita kenal dengan warna rose gold. Harga yang ditawarkan pun bisa dibilang cukup fantastis pada masa itu, yaitu sekitar 18.000 Euro atau jika dirupiahkan sekitar 292 juta Rupiah.

Pada tahun 2018 ini Cartier kembali mengeluarkan varian jam tangan ini dengan bahan yang terbuat dari stainless steel. Jam Tangan ini pun memiliki harga yang lebih ‘terjangkau,’ yakni sekitar 5.000 euro atau jika dirupiahkan sekitar 81 juta Rupiah.

Jam Tangan Cartier Drive 2018 ini menggunakan movement Piaget 430P, yaitu sebuah mesin hand-wound tangguh yang terdiri dari 131 parts dan dihiasi dengan 18 jewels. Jam tangan ini pun dilengkapi dengan fitur cadangan daya (power reserve) yang bisa bertahan sampai 43 jam.

Namun sangat disayangkan, movement ini tidak bisa anda lihat dikarenakan jam tangan ini menggunakan case belakang yang tertutup. Hal ini dilakukan demi mengurangi ketebalan jam tangan ini dan sekaligus meningkatkan daya tahan dalam air yang bisa mencapai hingga 30 meter.

Jam tangan ini didesign dengan dimensi ukuran 38x39mm dengan ketebalan hanya 6,6mm. Jam tangan ini dibalut dengan dengan strap dari kulit buaya asli berwarna biru sehingga membuat jam tangan ini tampil senada dengan warna jarum index.