Teknik Adu Mulut

Teknik Adu Mulut

teknik adu mulut
Teknik adu mulut – materi yang bagus saja tidak cukup untuk memenangkan adu mulut atau perdebatan dengan seseorang. anda juga harus bisa membuat lawan adu mulut anda terpojok dengan silat lidah anda. Anda juga butuh beberapa kemampuan atau skill tentang komunikasi, seperti bahasa tubuh, intonasi cara penyampaian, pemilihan bahasa, pemasangan pemikiran dan banyak lagi.

Adu mulut biasa terjadi disosialita kita. biasanya diakibatkan perbedaan pendapat plus saling ngotot dan keras kepala. berikut adalah rangkaian teknik adu mulut yang akan kita bahas semoga anda lebih jago berargument dan adu mulut dengan lawan anda :

1. Biarkan lawan menyampaikan persoalannya
Jangan menyela lawan anda dan biarkan dia menjelaskan persoalannya, Bukan hanya akan melukai ego orang lain kalau kita menyela peerkataannya dan mengesampingkannya. Kita menghadapi apa yang disebut oleh psikologi  jaringan mental. Orang yang mempunyai unek unek yang menyesakkan dadanya mempersiapkan kondisi mentalnya. kalau kita ingin agar gagasan kita didengarkan , belajarlah untuk lebih dulu mendengarkan kata kata orang lain.

2. Diamlah sejenak sebelum menjawab 
Ini adalah ketentuan yang berhasil dengan baik dalam percakapan ketika tampaknya tiada pertengkaran pendapat. Setelah seseorang mengajukan pertanyaan kepada anda. lihatlah dia kemudian diamlah sejenak sebelum anda menjawab. ini akan menyampaikan kepada lawan bicara anda bahwa pernyataan lawan sedang dipertimbangkan. anda menganggap apa yang dikatakannya sebagai hal yang cukup penting untuk dipikirkan.

3. Jangan terlalu ngotot untuk menang 100%
Kebanyakan dari kita ketika terlibat dalam suatu adu mulut ingin berusaha membuktikan bahwa kita secara 100% benar dan orang lain salah dalam segala hal. Seorang yang ahli selalu memberikan sesuatu dan mendapatkan beberapa hal yang bisa di setujui.

Kalau orang lain mempunyai sudut pandang yang bisa anda setujui. dan kalau anda mengalah dalam beberapa hal kecil yang tidak penting, orang lain akan lebih mudah menyerah setelah anda sampai pada persoalan yang besar.