VIRAL, PRIA DEWASA TENDANG ANAK KECIL

Anda mungkin sering mendengar ataupun membaca berita tentang kelakuan anak-anak muda di zaman sekarang ini yang sudah kelewat batas. Mulai dari membully temannnya sendiri sampai dengan melakukan tawuran, padahal masih berseragam SD. Jika sudah seperti itu rasanya ingin sekali menjewer telinga mereka satu per satu.
Eitttss…Tapi tunggu dulu, sebaiknya niat anda ini diurungkan karena secara faktor umur dan ukuran badan tentu saja anda lebih dewasa dan besar dari mereka. Tindakan anda juga tidak boleh sembrono. Jika sembrono, apa bedanya anda dengan bocah-bocah tersebut.

Beberapa hari terakhir, seorang Pria di Mal Kepala Gading Jakarta mendadak menjadi bahan pembicaraan netizen dikarenakan Pria tersebut menendang seorang anak kecil yang sedang berada di ayunan.

Awal Mulanya, putri dari pria tersebut dan beberapa anak lain sedang asyik bermain di sekitar ayunan. Selang beberapa saat, ayunan yang ternyata sedang dinaiki seorang anak laki-laki mengayun terlalu kencang sehingga langsung menabrak Putri dari pria tersebut. Pria yang terakhir diketahui bernama Jonathan itu pun berlari dengan spontan dan langsung menendang anak laki-laki itu.

Kejadian tersebut sontak saja membuat kericuhan dikarenakan ibu dari anak itu tentu tak terima jika anaknya ditendang, terlebih oleh orang dewasa. Dia menganggap kejadian ayunan itu bukanlah sesuatu yang disengaja. Dalam CCTV memang terlihat jika anak perempuan itu berjalan mendekat ke arah ayunan sehingga akhirnya tersambar oleh ayunan yang sedang dinaiki anak laki-laki itu.Peristiwa ini pun langsung viral di sejumlah media sosial serta menuai kecaman keras dari para netizen.

Timbul sebuah pertanyaan mengapa seorang pria dewasa seperti itu sampai tega menedang bocah yang hanya disebabkan oleh kecelakaan sepele dimana masalah tersebut bisa diselesaikan secara baik-baik. Pihak berwajib pun akhirnya turun tangan mengusut insiden tersebut.

Sang ayah bernama Jonathan ini mengaku dia tidak menendang. Akan tetapi dia refleks menahan gerakan ayunan dengan menggunakan kakinya dan tanpa sengaja ternyata mengenai punggung dari anak laki-laki tersebut. Gerakannya inilah yang ternyata dianggap sebagai sebuah tendangan.

“Saat itu naluri seorang Ayah yang dalam keadaan panik, yang ada di pikiran saya hanya bagaimana menyelamatkan dan melindungi peri kecilku dari hantaman ayunan, saat itu saya tidak bisa memperkirakan posisi kaki saya. saya hanya ingin menghentikan laju ayunan itu agar tidak menghantam anak saya lagi. Saya akui tanpa ada unsur kesengajaaan posisi telapak kaki saya ternyata menyentuh punggung anak laki-laki tersebut sehingga tampak seolah-olah saya seperti menendang anak laki-laki itu,” ujar Jonathan.

Peristiwa ini juga disayangkan oleh beberapa psikolog anak yang menganggap Jonathan tidak seharusnya membela anaknya dengan menyakiti anak orang lain. Akan tetapi, peristiwa yang cukup mengejutkan ini sudah berakhir damai. Kedua belah pihak telah dimediasi oleh Pihak berwajib dan mereka bersepakat untuk saling berdamai.

Berdasarkan peristiwa ini, seharusnya para orang tua harus lebih peduli dan waspada akan keselamatan anak mereka saat sedang bermain di tempat umum. Jangan selalu terpaku dengan smartphone serta mengabaikan anak sendiri. Jika sudah terjadi hal yang tidak diinginkan, baru deh para orang tua mulai panik. Menurut Anda apakah tindakan dari Jonathan bisa dibenarkan atau tidak?