The Game is On by Rolex

Salah satu jam tangan yang menjadi bahan perbincangan serta mencuri perhatian pada ajang Baselworld 2018 beberapa waktu yang lalu datang dari sebuah brand legendaris yang kerap kali menjadi “ikon kekayaan” yaitu Rolex.

Kali ini Rolex kembali meluncurkan beberapa jenis jam tangan baru. Jam tangan ini masih termasuk dalam seri terdahulu dengan bentuk yang lebih revolusioner, akan tetapi satu yang menarik perhatian dari para jurnalis dan pencinta Rolex adalah The New Cosmograph Daytona. Jam tangan ini merupakan yang pertama kali diluncurkan pada tahun 1963. Pada Baselworld 2018 yang dibuka pada tanggal 22 Maret 2018 ini, jam tangan tersebut hadir dengan sebagai generasi baru yang mengalami evolusi.

The New Cosmograph Daytona ini tampil berkilau dengan hiasan taburan batu permata rubi, emerald, zamrud dan berlian diatas Everose Gold 18 karat, jam tangan ini juga mengalami evolusi pada teknologinya. Mesinnya yang digunakan adalah Perpetual Calibre 4130 dengan movement Mechanical Self-Winding yang semuanya merupakan hasil karya pabrik Rolex sendiri. Jam tangan ini mampu menyimpan tenaga sampai 72 jam serta memiliki Chronograph yang terhubung dengan roda dan kantong vertikal secara mekanik sehingga mampu memberikan akurasi putar yang tepat.

Jam tangan yang “layak pamer” di instagram ini memiliki 36 butir permata safir pada bingkai atau bazelnya. Dengan gradasi warna pelangi serta 11 butir permata safir berwarna sebagai pengganti angka. Berbeda dengan Cosmograph Daytona yang telah diluncurkan pada 2013 yang lalu, dimana jam tangan tersebut dihiasi dengan berlian putih dengan potongan brilliant pada penunjuk angkanya.

Bukan hanya itu saja pada bagian case dari The New Cosmograph Daytona ini terdapat 56 butir berlian putih dengan potongan brilliant ditambah dengan fitur waterproof hingga kedalaman 300 meter semakin membuat daya tarik jam tangan ini begitu menggoda.

Jam Tangan Made in Swiss atau Jepang ?

Pada umumnya jam tangan buatan Swiss telah dikenal sebagai jam tangan mewah dan harganya yang cukup mahal. Hal tersebut dikarenakan kualitas yang diberikan sangat bagus, baik itu dari sisi pembuatannya yang sangat teliti oleh para maestro jam tangan serta memiliki nilai seni yang tinggi. Sedangkan untuk jam tangan buatan Jepang ini lebih terkenal sebagai jam tangan yang memiliki harga ekonomis dengan kualitas yang cukup bagus namun kebanyakan memiliki fitur yang canggih.

Banyak pertanyaan yang muncul tentang perbedaan kedua jam tangan ini. Pada umumnya acuan yang digunakan untuk memilih kedua jam tangan ini adalah sisi sejarah jam tangan, kualitas jam tangan, mekanisme yang digunakan, bentuk dan design jam tangan, fitur yang ditawarkan serta harga dari jam tangan tersebut.

SISI SEJARAH
Pada awalnya jam tangan buatan Swiss ini mulai dikenal orang pada abad ke-15. Popularitas jam tangan buatan Swiss ini meningkat seiiring dengan munculnya kreasi-kreasi para maestro jam tangan di Jenewa, Switzerland. Jam tangan buatan Jepang mulai diproduksi jauh setelahnya yakni sekitar pada abad ke-20. Namun industri dari jam tangan buatan Jepang ini mengalami kesuksesan yang luar biasa pada era itu.

Swiss sendiri memang sudah terkenal sebagai penghasil jam tangan dengan designnya yang mewah, berkualitas tinggi, harga yang mahal serta keahlian yang tinggi. Mereka dapat membuat jam tangan dengan design yang langka dan dibuat secara khusus untuk orang-orang yang hebat serta terkenal. Jadi tidaklah heran jika rata-rata jam tangan buatan Swiss hanya bisa dijangkau oleh para kaum elite. Para produsen Jepang menggunakan kesenjangan ini dengan cara memproduksi jam tangan buatan mereka dengan harga yang ekonomis namun dengan kualitas tidak kalah dengan buatan Swiss. Kemudian pada abad ke-20 para produsen jam tangan Jepan pun menjadikan ide ini sebagai sebuah lahan industri yang menjanjikan.

KUALITAS DAN MEKANISME
Demi untuk mempertahankan kualitas terbaik dari jam tangan buatan Swiss, maka dibentuklah sebuah federasi yang khusus bekerja hanya untuk memastikan bahwa setiap jam tangan yang telah diproduksi sudah memenuhi standar (Federation of the Swiss Watch Industry). Pada tahun 1960 Jepang mulai memproduksi jam tangan yang lebih kecil dengan cara mengecilkan ukuran rangka jam (case). Para produsen jam tangan Jepang pun mengurangi konsumsi energi pada jam tangan buatan mereka. Biasanya jam tangan buatan Jepang selalu menawarkan fitur-fitur tambahan yang inovatif dan praktis. Hal ini bertujuan agar mudah dalam perawatannya.

untuk mekanisme nya, jam tangan buatan Swiss biasannya menggunakan ETA Movement sedangkan pada jam tangan buatan Jepang biasanya menggunakan Miyota Movement. Harga dari Swiss ETA Movement ini memiliki harga yang lebih mahal jika dibandingkan harga Miyota Movement.

SISI DESIGN DAN FITUR
Jam tangan Swiss biasanya cenderung untuk membuat jam tangan itu sama dengan fungsi jam tangan asli sebelumnya. Sementara untuk jam tangan Jepang sendiri memiliki design yang agak melenceng dari fungsi jam tangan aslinya. Salah satu keuntungan dari jam tangan buatan Swiss ini adalah ada pada fitur ‘power reverse’. Jam tangan buatan Swiss biasanya lebih baik dan akurat dibandingkan dengan jam tangan buatan Jepang walaupun sudah memiliki fitur choronograph.

SISI BIAYA & HARGA
Walaupun Jepang yang pertama kali memperkenalkan jam tangan jenis Quartz, Namun jam tangan mewah dari Swiss biasanya memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan jam tangan dari Jepang. itu dikarenakan jam tangan buatan Swiss memiliki kualitas yang tinggi. Jam tangan buatan Swiss berjenis Quartz memiliki tingkat akurasi yang tinggi, tingkat ketahanan air yang tinggi, kehandalan serta ketahanannya terhadap goncangan. Jam tangan dari Swiss pun terkenal sebagai simbol ketenaran, kekayaan serta status pemakainya.

Sedangkan untuk jam tangan buatan Jepang ini muncul sebagai pemimpin dunia di bidang inovasi serta teknologi mereka. Jam tangan buatan Jepang memperkenalkan teknologi kinetik sehingga tidak memerlukan baterai untuk menjalankan jam tangan tersebut. Fitur lain biasanya ditawarkan oleh jam tangan buatan Jepang adalah fitur GPS, Stopwatch, Alarm, dan lain sebagainya. Jam tangan buatan Jepang biasanya ditawarkan dengan harga lebih terjangkau, dengan kombinasi fitur, kualitas serta fungsional.

Kesimpulannya kedua jam tangan ini masing-masing memiliki keunggulannya tersendiri, itu kembali lagi kepada selera dan kemampuan Anda untuk menentukan jam tangan mana yang menurut Anda lebih baik.

TAG HEUER MONACO GULF 2018 EDITION

Jam Tangan Tag Heuer Monaco Gulf yang diluncurkan pada tahun 2018, adalah merupakan salah satu produk iconic dari Tag Heuer. Jam tangan ini yang baru saja diluncurkan beberapa bulan yang lalu sebelum acara Baselworld 2018 digelar. Dengan memadukan design casing Monaco serta warna Gulf Oil yang khas, maka jam tangan ini dapat menjadi salah satu jam tangan Tag Heuer yang cukup layak untuk dikoleksi tahun 2018 ini.

Gulf Oil adalah sebuah perusahaan yang tercatat pertama sekali melakukan pengeboran minyak di laut lepas dan sekaligus membuka pom bensinnya sendiri. Selain itu Gulf Oil juga merupakan salah satu perusahaan minyak and gas terbesar di dunia dan sudah beroperasi lebih dari 115 tahun. Didunia balapan brand Gulf Oil ini sudah tidak asing lagi.

Paduan warna biru dan oranye yang menjadi ciri khas Gulf sering sering kita lihat dalam acara balapan terkenal di Eropa, khususnya Le Mans. Strategi marketing yang diterapkan Gulf sama dengan brand Tag Heuer yang juga kerap kali mempromosikan produk mereka dalam berbagai acara otomotif, hal inilah yang akhirnya membuat kedua perusahaan besar ini berkolaborasi untuk menghasilkan sebuah jam tangan yang bertipe Chronograph.

Kedua perusahaan ini telah menjalin hubungan kerjasama sejak tahun 1971 dalam sebuah proyek film yang berjudul Le Mans dan dibintangi oleh aktor ternama, yakni Steve McQueen. Pada film tersebut, sering sekali menampilkan Steve yang terlihat mengenakan Jam Tangan Tag Heuer Monaco Gulf, sambil mengendarai Porsche 917K dengan warna yang menjadi ciri khas dari Gulf yakni biru muda dan oranye.

Walaupun demikian, Jam Tangan Tag Heuer Monaco Gulf ini tidak bisa dibilang baru, pasalnya Jam tangan ini masih menggunakan movement, dial, serta casing yang masih sama dengan model Tag Heuer Monaco Calibre 11 Steve McQueen ref. CAW211P, yang diduproduksi pada tahun 2015 lalu. Yang menjadi perbedaan kedua jam tangan ini hanya sebatas pada warnanya saja.

Jam tangan edisi Monaco yang terbaru ini memiliki bentuk design yang sama dengan versi sebelumnya, yaitu dengan design berbentuk kotak persegi yang berukuran 39 x 39 mm. Untuk tampilan dial dari jam tangan ini juga memiliki warna yang sama dengan strap kulit berwarna hitam dihiasi dengan motif jahitan benang berwarna oranye.

Jam Tangan Tag Heuer Monaco Gulf menggunakan movement dengan caliber 11 dan kecepatan 4 hz. Ini merupakan mesin yang mengadopsi movement ETA dan ditambah dengan modul Chronograph, serta memiliki power reserve yang dapat bertahan selama 44 jam.

Yang menjadi nilai tambah dari Jam Tangan Tag Heuer Monaco Gulf adalah kita dapat menikmati keindahan movementnya dari kaca sapphire yang ada pada bagian belakang jam. Selain itu, jam tangan ini pun memiliki ketahanan air sampai dengan 100 meter. Wow that’s great! Untuk harga yang ditawarkan adalah sekitar 6.000 US Dollar atau setara dengan 87 juta Rupiah.