“CACAD”-nya GAMERS DI INDONESIA

Kenapa sih kamu main game? Jika anda diberikan pertanyaan itu mungkin ada yang memberikan jawaban bahwa bermain game itu hanya sekedar untuk melepas penat atau juga sebagai aktivitas pengisi waktu senggang saja. Namun sebagian besar dari kalian pasti akan menjawab karena bermain game itu menyenangkan.

Kali ini Admin tidak akan membahas tentang gamenya, tapi Admin akan membahas tentang Kelakuan para pengunanya alias Gamers khususnya di Indonesia yang sering membuat gamers lain merasa kesal bahkan memancing emosi. Kelakuan mereka inilah yang akhir-akhir ini membuat kegiatan bermain game ini menjadi tidak menyenangkan.

Negara Indonesia dikenal sebagai negara yang masyarakatnya berbudi pekerti, ramah dan sopan. Namun hal ini berbanding terbalik di dunia maya, khususnya dalam game online. Bahkan terkadang kita akan merasa lucu sambil bertanya dalam hati “apa ini game atau kebun binatang ya..?”

Bukan hanya kata-kata kasar/kotor saja, saat ada pemain yang kurang memiliki kemampuan dibanding yang pemain lainnya maka sudah pasti pemain tersebut akan dijadikan bahan bully oleh pemain yang lain. Mulai dari dikatakan CACAT, atau CCD, atau juga BEBAN dan berbagai macam istilah lainnya.

Apakah semua pemain game online didunia seperti itu? Jawabannya adalah tidak, hal-hal diatas hanya akan anda temui di Indonesia saja yang notabene kebanyakan adalah pemain game dari Indonesia. Hal negatif tersebut tentunya memberikan sebuah noda hitam di mata dunia mengingat game online sudah akan dipertandingkan dan sudah menjadi salah satu cabang olah raga di Asian Games 2018. Apakah ini menunjukan “cacad”-nya sifat para gamers di Indonesia ?

KINI MAIN GAME BUKAN SEKEDAR HOBI TAPI PROFESI

Di zaman era digital seperti sekarang ini ternyata perkembangan industri game di Indonesia telah tumbuh maju dan berkembang pesat. Tren-nya terus tumbuh dan berkembang subur.

Hadiah yang ditawarkan untuk kompetisi pun semakin tahun semakin tinggi. Yang dulunya hanya berkisar 2-3 juta Rupiah untuk juara pertama kompetisi, saat ini sudah meningkat menjadi ratusan juta bahkan ada yang mencapai satu milyar rupiah. Apakah ini menunjukan bahwa Atlet E-Sports sudah merupakan sebuah Profesi yang layak ?

Menurut data Acer salah satu perusahaan perangkat komputer terkemuka di dunia yang sekaligus sebagai promotor kompetisi game, e-sport sendiri di Asia Tenggara ini diperkirakan akan melonjak 36,1 persen pada tahun 2019 nanti. Angka ini berada di atas Amerika Latin dengan estimasi kenaikan sebesar 24,7 persen. Jumlah yang terlibat dalam e-sport ini mencapai 385 juta jiwa pada tahun 2017 lalu, baik itu peserta maupun penonton itu sendiri. Di Asia Pasifik sendiri diprediksi menyumbangkan porsi paling banyak, yaitu sebesara 51 persen penggemar e-sport.

Jadi tidaklah heran jika kompetisi game mulai disahkan untuk menjadi sebuah kompetisi olah raga di event nasional maupun di event internasional, mulai dari Asian Games sampai Olimpiade. Game komputer ini pun sudah diakui sebagai bagian dari olahraga dengan nama e-sport. Dan disinilah dibutuhkan sebuah wadah untuk memajukan prestasi para atlet-atlet e-sport di Indonesia, yang sudah semakin menjamur.

Eddy Lim selaku Ketua Umum ieSPA bercita-cita ingin membuat para gamers di Indonesia dapat berprestasi serta sekaligus menjadikan game sebagai mata pencaharian yang menjanjikan. Termasuk juga menjadikan game sebagai salah satu olah raga yang bisa dimainkan di skala regional dan internasional. Atas dasar itulah kemudian beliau membentuk sebuah wadah yang bernama IeSPA, singkatan dari Indonesia e-Sport Association, dan sekaligus bertindak sebagai Ketua Umum di organisasi itu.

IeSPA ini sendiri berdiri sejak tahun 2014 dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas serta semangat untuk berkompetisi masyarakat melalui e-sport. Selain menjadikan masyarakat Indonesia lebih berprestasi di bidang e-sport, IeSPA bertujuan untuk menyebarluaskan e-Sport hingga ke suluruh penjuru tanah air.

Asosiasi Liga Game Indonesia yang saat ini telah tercatat memiliki komunitas berjumlah 330.000 orang yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia.