The Game is On by Rolex

Salah satu jam tangan yang menjadi bahan perbincangan serta mencuri perhatian pada ajang Baselworld 2018 beberapa waktu yang lalu datang dari sebuah brand legendaris yang kerap kali menjadi “ikon kekayaan” yaitu Rolex.

Kali ini Rolex kembali meluncurkan beberapa jenis jam tangan baru. Jam tangan ini masih termasuk dalam seri terdahulu dengan bentuk yang lebih revolusioner, akan tetapi satu yang menarik perhatian dari para jurnalis dan pencinta Rolex adalah The New Cosmograph Daytona. Jam tangan ini merupakan yang pertama kali diluncurkan pada tahun 1963. Pada Baselworld 2018 yang dibuka pada tanggal 22 Maret 2018 ini, jam tangan tersebut hadir dengan sebagai generasi baru yang mengalami evolusi.

The New Cosmograph Daytona ini tampil berkilau dengan hiasan taburan batu permata rubi, emerald, zamrud dan berlian diatas Everose Gold 18 karat, jam tangan ini juga mengalami evolusi pada teknologinya. Mesinnya yang digunakan adalah Perpetual Calibre 4130 dengan movement Mechanical Self-Winding yang semuanya merupakan hasil karya pabrik Rolex sendiri. Jam tangan ini mampu menyimpan tenaga sampai 72 jam serta memiliki Chronograph yang terhubung dengan roda dan kantong vertikal secara mekanik sehingga mampu memberikan akurasi putar yang tepat.

Jam tangan yang “layak pamer” di instagram ini memiliki 36 butir permata safir pada bingkai atau bazelnya. Dengan gradasi warna pelangi serta 11 butir permata safir berwarna sebagai pengganti angka. Berbeda dengan Cosmograph Daytona yang telah diluncurkan pada 2013 yang lalu, dimana jam tangan tersebut dihiasi dengan berlian putih dengan potongan brilliant pada penunjuk angkanya.

Bukan hanya itu saja pada bagian case dari The New Cosmograph Daytona ini terdapat 56 butir berlian putih dengan potongan brilliant ditambah dengan fitur waterproof hingga kedalaman 300 meter semakin membuat daya tarik jam tangan ini begitu menggoda.

Dominasi Jam Tangan Pintar

Tidak bisa kita pungkiri bahwa perkembangan teknologi di era sekarang ini sudah sangat maju. Beberapa tahun belakangan ini, berbagai perusahaan teknologi berlomba-lomba merilis produk smartwatch atau yang biasa disebut jam tangan pintar. Dimana produk yang biasa disebut dengan jam tangan pintar ini menawarkan segudang fitur jauh lebih banyak dibandingkan dengan jam tangan mechanical buatan Swiss. Apakah hal tersebut akan membuat jam tangan mechanical asal Swiss tergusur ?

Smartwatch / jam tangan pintar ini dapat dikoneksikan dengan smartphone serta memperlihatkan notifikasi yang ada pada smartphone. Jam tangan pintar ini juga dapat menampilkan detak jantung pemakainya. Untuk harganya sendiri relatif lebih murah dibandingkan dengan jam tangan mewah buatan Swiss yang terkenal sangat mahal.

Pasar jam tangan swiss ternyata pernah mengalami krisis pada tahun 1970-an. Hal tersebut terjadi karena produsen jam tangan asal jepang mengeluarkan mesin jam terbaru dimana jam tangan tersebut menggunakan baterai, atau biasa dikenal dengan mesin Quartz. Jam tangan buatan Swiss yang mengandalkan mesin mechanical atau biasa disebut mesin automatic ternyata memiliki akurasi yang lebih rendah dibandingkan dengan jam tangan yang menggunakan mesin Quartz. Harga yang ditawarkan oleh jam tangan Quartz pun relatif lebih murah dibandingkan dengan jam tangan Swiss.

Salah satu brand terkenal asal Jepang yang menggunakan mesin Quartz yaitu Seiko. Dengan tingkat akurasi yang lebih bagus dari pada jam tangan Swiss, harga jam tangan Seiko ini pun jauh lebih murah dibandingkan dengan jam tangan Swiss seperti Rolex, Rado, Cartier, dan masih banyak lagi lainnya. Hal itulah yang menyebabkan penjualan dari jam tangan Swiss merosot drastis.

Apakah dengan munculnya Smartwatch ini akan membuat produsen jam tangan Swiss mengalami krisis seperti yang terjadi pada tahun 1970 lalu? atau para produsen jam tangan Swiss telah belajar dari masa lalu? serta memastikan bahwa Smartwatch tidak akan bisa berhasil menggeser dominasi jam tangan Swiss di didunia jam tangan.

Dedikasi Hublot untuk Piala Dunia 2018

Pada event Baselworld 2018 beberapa waktu lalu, Hublot yang merupakan salah satu produsen jam tangan terkemuka asal Swiss ini dengan bangga meluncurkan smartwatch perdananya. Smartwatch ini dirancang secara khusus untuk event internasional Piala Dunia 2018, di mana semua wasit yang ikut berpartisipasi nanti akan memakai jam tangan pintar ini.

Smartwatch ini diberi nama Hublot Big Bang Referee 2018 FIFA World Cup Russia, untuk designnya sendiri hampir mirip dengan seri Hublot Big Bang lainnya. Dengan casing berdiameter 49 mm yang dibuat dari bahan titanium, bagitu juga dengan bezel yang melingkari layarnya. Selain itu, perangkat ini pun diklaim tahan air hingga dengan kedalaman 50 meter.

Untuk layarnya menggunakan panel AMOLED berdiameter 35,4 mm touchscreen dengan resolusi 400 x 400 pixel (287 ppi). Jam tangan pintar ini ditenagai oleh prosesor Intel Atom Z34XX seperti yang digunakan oleh Tag Heuer Connected Modular 45. Untuk melengkapi spedifikasi diatas, bebrapa fitur sensor pun ditambahkan seperti gyroscope , accelerometer dan GPS. Baterai jam tangan pintar ini diperkirakan memiliki daya tahan sampai dengan satu hari.

Jam tangan Hublot Big Bang Referee 2018 FIFA World Cup Russia menggunakan sistem operasi Wear OS, dimana Wear OS ini merupakan sebuah nama baru dari Android Wear yang sudah resmi diumumkan beberapa waktu lalu. Untuk jam tangan edisi FIFA World Cup Russia 2018 ini, Hublot juga menyematkan beberapa fitur eksklusif, salah satunya adalah watch face yang bisa menampilkan 32 bendera dari negara-negara yang ikut berpartisipasi di Piala Dunia 2018.

Selain itu, Jam tangan Hublot Big Bang Referee 2018 FIFA World Cup Russia ini juga akan mengirimkan pesan berupa notifikasi lebih awal 15 menit sebelum pertandingan dimulai. Bukan hanya itu saja, selama pertandingan sedang berlangsung para pengguna bisa melihat data statistik serta berbagai macam informasi lainnya bahkan ketika sang kulit bundar mengoyak jaring gawang maka akan muncul notifikasi bertuliskan “GOAL”.

Jam tangan Big Bang Referee 2018 FIFA World Cup Russiasudah diluncurkan pada tanggal 1 Mei 2018 yang lalu dengan harga sekitar 5.000 Dollar US. Harga yang cukup mahal, namun smartwatch ini dinilai exclusive karena hanya di produksi sebanyak 2.018 buah saja diluar yang sudah dipersiapkan untuk para wasit.

Oleh-Oleh Dari Beselworld 2018

Setelah 6 hari yang sangat mengesankan, akhirnya acara Baselworld 2018 yang diadakan di kota Basel Swiss telah selesai. Sekedar info untuk anda, Baselworld 2018 adalah sebuah acara exclusive yang digelar setahun sekali yang dihadiri oleh berbagai merek jam tangan tekenal di dunia. Ada ratusan jam tangan keluaran terbaru yang telah dilihat tim kami, dan ada beberapa jam tangan yang cukup menarik perhatian kami.

Berikut kami rangkum beberapa jam terbaru yang pilihan khusus tim kami :
1. Tissot T-Race MotoGP Limited Edition (8.888 Pcs)
Tissot adalah salah satu produsen jam tangan yang harus anda kunjungi selama acara Baselworld 2018 tahun ini. Mereka selalu mempertahankan kualitas produknya jadi tidaklah heran jika Tissot menjadi sebuah brand jam tangan yang sangat terkenal di seluruh dunia.

Kali ini Tissot meluncurkan Tissot T-Race MotoGP Limited Edition yang hanya diproduksi sebanyak 8.888 buah saja. Tissot Limited Edition ini menggunakan Movement ETA G10 Quartz Chronograph dengan diameter sebesar 43mm. Untuk bahan Case-nya dibuat dari material Stainless Steel yang dibalut coating berwarna Rose Gold. Selain itu jam tangan ini memiliki fitur Water Resistant hingga kedalaman 100 meter.

2. Citizen Satelite Wave GPS CC7005-16E
Citizen adalah brand produsen jam tangan yang selalu aktif dan selalu memberikan inovasi terbaru dalam setiap produk jam tangan mereka. Pada event Baselworld tahun 2018 kali ini, Citizen berhasil mencuri perhatian sebagian besar para pecinta jam tangan mewah.

Sesuai dengan namanya, jam tangan seri ini mampu menerima sinyal dimanapun. Untuk penyesuaian waktu hanya membutuhkan 3 detik saja. Jam ini dilengkapi dengan Eco-Drive yang diklaim dapat bertahan sampai dengan 2.5 tahun dalam keadaan full charge, walaupun dalam keadaan yang kurang cahaya. Jam tangan ini berdiameter 48mm yang terbuat dari bahan Super Titanium serta balutan warna Bold-Green semakin membuat jam tangan ini kelihatan begitu mempesona.

3. G-Shock MRG-G2000HA “Tetsu-Tsuba” Limited Edition (350 pcs)
Pada event Baselworld 2018 kali ini, Casio juga merupakan salah satu brand jam tangan yang harus diperhitungkan. Casio sendiri adalah merupakan produsen jam tangan berkualitas tinggi, dimana pada jam tangannya memadukan teknologi terkini dengan design yang cukup unik.

Kali ini G-Shock menghadirkan seri Top of the line yaitu G-Shock MRG-G2000HA “Tetsu-Tsuba” Limited Edition yang hanya diproduksi 350 buah saja. Untuk seri G-Shock Limited Edition ini memliliki fitur yang cukup menarik, diantaranya : Arc Ion Plating Treatment, Solar Powered, Hybrid Mount Counstruction, Super Illuminator LED Light, serta memiliki Water Resistance sampai dengan 20 ATM. Untuk jam tangan seri ini juga dapat terhubung dengan G-Shock Connected App yang ada di smartphone anda.

4. Seiko Astron SSE174 The Astron Novak Djokovic Limited Edition (1.500 pcs)
Seperti pada tahun-tahun yang lalu, Seiko juga merupakan salah satu brand ternama yang wajib dikunjungi. Pada tahun 2018 ini merupakan tahun untuk Jam Diver Seiko. Pada Baselworld kali ini Seiko Astron adalah salah satu seri yang paling ditunggu oleh para pencinta jam tangan.

Sejak tahun 2012 yang lalu, Seiko Astron begitu populer khususnya di kalangan para travelers internasional. Kemudian pada tahun 2017 lalu, Seiko Astron meluncurkan seri Executive dimana seri ini didesign agar dapat dipakai untuk kegiatan sehari-hari Anda. Seri Seiko Astron SSE174 The Astron Novak Djokovic Limited Edition ini diproduksi secara terbatas yaitu hanya 1.500 buah saja. Jam tangan seri ini menggunakan movement 8X53 dengan diameter sebesar 46.7mm dan ketebalan hanya 14.5mm saja. Jam tangan seri ini pun memiliki fitur Water Resistance sebesar 20 bar.

Tourbillon Ala Negeri Tirai Bambu

Tourbillon movement atau biasa disebut dengan mesin tourbillon, pertama kali diperkenalkan pada tahun 1795 dan telah dipatenkan oleh Abraham-Louis Breguet, yaitu seorang keturunan Perancis dan Swiss pada 26 Juni 1801. Mesin Tourbillon ini memiliki fungsi untuk mengurangi efek dari gaya gravitasi agar jam tangan tetap berfungsi secara normal pada posisi apapun dan bahkan di tempat yang memiliki gaya gravitasi yang rendah sekalipun.

Pada tahun 2005, Sea-Gull meluncurkan sebuah jam tangan pertamanya yang menggunakan mesin tourbillon. Tianjin Economic Commission (Badan Ekonomi Tianjin) menyatakan bahwa teknologi dikembangan dan digunakan Seagull ini adalah merupakan sebuah teknologi terdepan dalam negeri pada saat itu. Sejak saat itu, Seagull Watch kemudian memulai persaingannya dengan tiga kekuatan utama dalam industri jam tangan mechanical dunia pada saat itu. Hal tersebut kemudian secara perlahan-lahan mulai menghilangkan persepsi masyarakat bahwa jam tangan mechanical yang kompleks serta mewah bukan hanya diproduksi oleh Swiss dan Jerman saja.

Salah seorang pengguna jam tangan Tourbillon produksi Sea-Gull membandingkan jam tangan Sea-Gull dengan jam tangan buatan Swiss miliknya. Dimana dia berpendapat bahwa jam tangan Tourbillon produksi Sea-Gull tidak kalah kualitasnya jika dibandingkan dengan jam tangan buatan Swiss. Sebaliknya, akurasi dari jam terutama akurasi menitnya memiliki kualitas yang lebih baik saat dibandingkan dengan jam tangan buatan Swiss. Jam tangan Tourbillon produksi Sea-Gull pun kelihatan lebih kokoh. Dilihat dari segi design jam tangan Tourbillion Seagull ini tidak kalah elegan dan exclusive. Kesan mewah ini terpancar jelas pada desain jam tangan merek Sea-Gull ini. Kemudian Ia pun menambahkan bahwa Tourbillon ini merupakan sebuah jam tangan yang membutuhkan servis rutin yang tinggi, hal ini sesuai dengan tingkat kerumitan dari mesin yang digunakan. Oleh karena itu, merek jam tangan Sea-Gull ini lebih bisa diandalkan untuk pemakaian sehari-hari, ditambah dengan harganya yang lebih bersahabat. Sementara untuk jam tangan buatan Swiss menurutnya masih terlalu mahal. Walaupun jam tangan Toubillon ini buatan China, ternyata jam tangan ini punya nomor seri yang unik yang bertujuan untuk membuktikan keasliannya. Menurutnya, untuk kali ini produk dengan label “made in China” tidak menggambarkan tentang produk imitasi atau produk yang berkualitas rendah, tapi produk yang berkualitas tinggi dengan design yang berkelas, elegan, serta exclusive.

TAG HEUER MONACO GULF 2018 EDITION

Jam Tangan Tag Heuer Monaco Gulf yang diluncurkan pada tahun 2018, adalah merupakan salah satu produk iconic dari Tag Heuer. Jam tangan ini yang baru saja diluncurkan beberapa bulan yang lalu sebelum acara Baselworld 2018 digelar. Dengan memadukan design casing Monaco serta warna Gulf Oil yang khas, maka jam tangan ini dapat menjadi salah satu jam tangan Tag Heuer yang cukup layak untuk dikoleksi tahun 2018 ini.

Gulf Oil adalah sebuah perusahaan yang tercatat pertama sekali melakukan pengeboran minyak di laut lepas dan sekaligus membuka pom bensinnya sendiri. Selain itu Gulf Oil juga merupakan salah satu perusahaan minyak and gas terbesar di dunia dan sudah beroperasi lebih dari 115 tahun. Didunia balapan brand Gulf Oil ini sudah tidak asing lagi.

Paduan warna biru dan oranye yang menjadi ciri khas Gulf sering sering kita lihat dalam acara balapan terkenal di Eropa, khususnya Le Mans. Strategi marketing yang diterapkan Gulf sama dengan brand Tag Heuer yang juga kerap kali mempromosikan produk mereka dalam berbagai acara otomotif, hal inilah yang akhirnya membuat kedua perusahaan besar ini berkolaborasi untuk menghasilkan sebuah jam tangan yang bertipe Chronograph.

Kedua perusahaan ini telah menjalin hubungan kerjasama sejak tahun 1971 dalam sebuah proyek film yang berjudul Le Mans dan dibintangi oleh aktor ternama, yakni Steve McQueen. Pada film tersebut, sering sekali menampilkan Steve yang terlihat mengenakan Jam Tangan Tag Heuer Monaco Gulf, sambil mengendarai Porsche 917K dengan warna yang menjadi ciri khas dari Gulf yakni biru muda dan oranye.

Walaupun demikian, Jam Tangan Tag Heuer Monaco Gulf ini tidak bisa dibilang baru, pasalnya Jam tangan ini masih menggunakan movement, dial, serta casing yang masih sama dengan model Tag Heuer Monaco Calibre 11 Steve McQueen ref. CAW211P, yang diduproduksi pada tahun 2015 lalu. Yang menjadi perbedaan kedua jam tangan ini hanya sebatas pada warnanya saja.

Jam tangan edisi Monaco yang terbaru ini memiliki bentuk design yang sama dengan versi sebelumnya, yaitu dengan design berbentuk kotak persegi yang berukuran 39 x 39 mm. Untuk tampilan dial dari jam tangan ini juga memiliki warna yang sama dengan strap kulit berwarna hitam dihiasi dengan motif jahitan benang berwarna oranye.

Jam Tangan Tag Heuer Monaco Gulf menggunakan movement dengan caliber 11 dan kecepatan 4 hz. Ini merupakan mesin yang mengadopsi movement ETA dan ditambah dengan modul Chronograph, serta memiliki power reserve yang dapat bertahan selama 44 jam.

Yang menjadi nilai tambah dari Jam Tangan Tag Heuer Monaco Gulf adalah kita dapat menikmati keindahan movementnya dari kaca sapphire yang ada pada bagian belakang jam. Selain itu, jam tangan ini pun memiliki ketahanan air sampai dengan 100 meter. Wow that’s great! Untuk harga yang ditawarkan adalah sekitar 6.000 US Dollar atau setara dengan 87 juta Rupiah.

OMEGA “Jam Tangan Luar Angkasa”

Perusahaan jam tangan Omega sering sekali menggunakan embel-embel moonwatch dalam strategi pemasaran produk mereka. Faktanya adalah jam tangan Omega ini khususnya tipe Speedmaster ini adalah sebuah jam tangan yang pertama sekali dipakai oleh para astronot NASA di bulan pada tahun 1960-an.

Jam tangan Omega Speedmaster ini juga menjadi satu-satunya jam tangan yang telah mendapatkan sertifikasi resmi dari NASA untuk dipakai di luar angkasa serta juga telah terbukti dipilih oleh badan luar angkasa milik Russia yaitu NPO Energija.

Adapun cerita dibalik terpilihnya jam tangan Omega Speedmaster ini bisa dibilang unik. Pada awal tahun 1960-an saat NASA membutuhkan jam tangan Chronograph yang bisa dipakai oleh para astronot dalam menjalankan misinya di luar angkasa, para astronot ini memerlukan sebuah jam tangan akurat yang mampu untuk bertahan di berbagai macam kondisi ekstrim misalnya perubahan suhu, kelembapan udara, guncangan, tekanan, serta keadaan tanpa adanya gaya grativasi.

Pada saat itu NASA tidak memiliki waktu yang cukup untuk memproduksi jam tangan milik mereka sendiri, oleh karena itu pihak NASA pun mengutus beberapa orang ke kota Houston untuk membeli lima buah tipe jam tangan chronograph dengan merek yang berbeda-beda untuk kemudian diuji oleh pihak NASA.

Pada tahap pengujian yang pertama, hanya tersisa 3 buah jam tangan saja yang masih tetap beroperasi dengan baik. Lalu pada tahap pengujian yang selanjutnya hanya 1 jam tangan saja yang tersisa yaitu Omega Speedmaster Professional. Kemudian NASA membeli semua merek tersebut agar bisa dilakukan pengujian selanjutnya.

Setelah semua tahap pengujian selesai dilaksanakan, pada tanggal 1 Maret 1965 pihak NASA pun mengumumkan bahwa jam tangan Omega Speedmaster sebagai “Officially Certified Wristwatch For All Manned Space Missions.” Sementara saat itu Omega sendiri pun belum mengetahui prestasi yang telah dicapai oleh jam tangan produksi mereka itu.

Sejak saat itulah jam tangan Omega Speedmaster selalu dibagikan kepada para astronot NASA yang hendak menjalankan misi ke luar angkasa. Puncak dari pencapaian Omega Speedmaster jatuh pada tanggal 21 Juli 1969. Dimana pada saat itu Apollo 11 berhasil mendarat di bulan, jam tangan Omega Speedmaster ini pun berhasil membuat sebuah sejarah baru dalam dunia jam tangan yaitu sebagai jam tangan pertama yang dipakai manusia di bulan.

Pada bulan April tahun 1970 Omega sekali lagi membuktikan ketangguhan jam tangannya, pada saat itu misi Apollo 13 mengalami masalah pada sistem komputer mereka, saat itu para astronot NASA terpaksa harus menggunakan jam tangan Omega Speedmaster Chronograph milik mereka untuk menghitung waktu pembakaran pesawat mereka saat kembali masuk ke atmosfer bumi.

Pada acara Baselworld 2015 yang lalu, Omega kembali meluncurkan jam tangan tipe terbaru dari Moonwatch yang dinamakan dengan Darkside Of The Moon. Jam tangan tipe ini diluncurkan dengan empat varian yang berbeda satu sama lain, jam tangan varian terbaru dari Omega ini juga telah menggunakan mesin terbaru mereka yakni Omega Co-Axial 9300 Caliber yang dilengkapi dengan fitur anti gelombang elektromagnetik.

Jam tangan ini merupakan sebuah teknologi baru dibandingkan dengan versi aslinya yang hanya menggunakan kaca plexi. Untuk harga dari jam tangan ini adalah 12.000 Dollar AS atau jika dirupiahkan sekitar 167 juta Rupiah, ini merupakan sebuah harga yang cukup sepadan bagi anda untuk memiliki sejarah pendaratan pertama manusia di bulan.

DESIGN DAN FUNGSIONALITAS CARTIER DRIVE

Anda sedang mencari jam tangan yang tipis dan elegan dengan harga yang cukup terjangkau? Salah satunya adalah jam tangan Cartier Drive Extra Flat. Jam tangan Cartier Drive Extra Flat merupakan pilihan jam tangan fasionable yang harus anda pertimbangkan untuk tahun ini.

Seperti produk Cartier lainnya, jam tangan Cartier Drive Extra Flat memiliki bentuk casing yang indah dan ciri khas yang lain daripada yang lain. Bentuk casing-nya sendiri didesign dengan bentuk agak kotak, disertai angka Romawi yang besar dengan dipadu warna putih dan biru, dan hiasan batu safir biru pada bagian crown. Semua itu merupakan ciri khas design terkenal dari jam tangan Cartier yang sangat mudah dikenali, dan tidak pernah berubah dari dulu.

Jam tangan Cartier Drive Extra Flat menggunakan movement ulta-thin dari brand Piaget. Brand Piaget ini merupakan sebuah merek yang paling ternama serta sudah diakui oleh dunia. Sebagai buktinya adalah pada beberapa waktu yang lalu produk mereka yaitu Piaget Altiplano terpilih menjadi jam tangan mekanik yang tertipis di dunia.

Menariknya, kedua brand ini berada di bawah satu manajemen yang sama yakni Richemont Group. Namun bukan hanya Cartier dan Piaget saja yang berada dalam naungan Richemont group, tapi masih banyak brand ternama lainnya yang juga berada di bawah naungan Richemont group misalnya Panerai, Montblanc, IWC, dan beberapa brand terkenal lainnya.

Hal ini tidak mengherankan jika ternyata Cartier menggunakan movement dari Piaget pada produk mereka, Cartier Drive Extra Flat. Dengan memadukan design dari Cartier dan movement ultra-thin dari Piaget, maka dihasilkanlah produk yang bisa dikatakan sebagai ‘the best of two worlds’.

Jam Tangan Cartier Drive ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2016, dan hanya tersedia dalam 1 jenis varian saja yaitu warna pink gold atau yang biasa kita kenal dengan warna rose gold. Harga yang ditawarkan pun bisa dibilang cukup fantastis pada masa itu, yaitu sekitar 18.000 Euro atau jika dirupiahkan sekitar 292 juta Rupiah.

Pada tahun 2018 ini Cartier kembali mengeluarkan varian jam tangan ini dengan bahan yang terbuat dari stainless steel. Jam Tangan ini pun memiliki harga yang lebih ‘terjangkau,’ yakni sekitar 5.000 euro atau jika dirupiahkan sekitar 81 juta Rupiah.

Jam Tangan Cartier Drive 2018 ini menggunakan movement Piaget 430P, yaitu sebuah mesin hand-wound tangguh yang terdiri dari 131 parts dan dihiasi dengan 18 jewels. Jam tangan ini pun dilengkapi dengan fitur cadangan daya (power reserve) yang bisa bertahan sampai 43 jam.

Namun sangat disayangkan, movement ini tidak bisa anda lihat dikarenakan jam tangan ini menggunakan case belakang yang tertutup. Hal ini dilakukan demi mengurangi ketebalan jam tangan ini dan sekaligus meningkatkan daya tahan dalam air yang bisa mencapai hingga 30 meter.

Jam tangan ini didesign dengan dimensi ukuran 38x39mm dengan ketebalan hanya 6,6mm. Jam tangan ini dibalut dengan dengan strap dari kulit buaya asli berwarna biru sehingga membuat jam tangan ini tampil senada dengan warna jarum index.

JAM TANGAN DIETRICH OT-7 NAN UNIK

 

desain unik jam tangan Dietrich OT-7

Dietrich OT (Organic Time) merupakan sebuah jam tangan yang memiliki desain bentuk yang unik, sehingga membuat jam tangan ini mudah dikenali. Dengan body jam berbentuk segi enam dengan lebar 46 milimeter ini terlihat ramping dan memberikan kesan kokoh.

Sistem strap yang ada pada jam tangan Dietrich OT-7 ini berbeda dengan jam tangan pada umumnya. Dimana pada jam tangan ini menggunakan sistem slot lug hole sehingga pemilik jam tangan ini dapat dengan mudah untuk menggonta-ganti strap sesuai dengan yang diinginkan.

Sistem strap jam tangan Dietrich OT-7

Desain dari dial yang kompleks serta memiliki empat lapisan ditambah lagi bridge berbentuk seperti huruf “X” menambah nilai lebih yang dimiliki oleh jam tangan ini. Jam tangan Dietrich Organic Time ini terinspirasi dari bentuk geometris dari alam. Untuk menambah kesan unik dari jam tangan seri OT maka pada lapisan dial yang keempat, didesain terbuka atau yang biasa disebut open view agar bagian escapement dari movement automatic mechanical Miyota 82S7 yang sudah dimodifikasi ini terlihat dengan jelas.

Tampilan dial Dietrich OT-7

Untuk case-nya sendiri terbuat dari stainless steel 316L berwarna gelap sehingga memberikan kesan yang gagah. Pada bagian bezel jam ini menggunakan bahan stainless steel 316L dengan kilauan logam. Perpaduan kedua warna ini seolah-olah menimbulkan kesan antitesis antara siang dan malam.

Warna Tembaga pun dipilih untuk menjadi tema utama dari jam tangan ini. Dengan empat baut pengikat yang berwarna tembaga yang terdapat di keempat sudut jam ini. Warna tembaga ini semakin diperkuat dengan warna hitam yang ada di lapisan dial pertama dan keempat, sehingga tercipta satu kesatuan dial yang sarat akan makna. Untuk penunjuk detiknya dibuat berwarna hitam dan berbentuk bintang semakin membuat tampilan dial-nya semakin hidup.

Untuk harganya sendiri jam tangan ini dapat anda bawa pulang dengan merogoh kocek sekitar 18,7 juta Rupiah.