Etika Dalam Berbicara

Etika Dalam Berbicara
etika berbicara

Etika dalam berbicara – Setiap orang pasti memiliki keunikan tersendiri dalam berbicara atau berkomunikasi karena komunikasi merupakan proses yang rumit meskipun pesan yang ingin kita sampaikan sederhana dan secara langsung. kebanyakan dari kita menyadari bahwa apa yang kita ucapkan akan ada catatannya. Kira seenaknya saj berkata kata. bahkan terkadang kita mengeluarkan kata kata yang tidak enak di dengar. kata kata yang kita keluarkan dari mulut kita bahkan mungkin bisa memicu permusuhan dan pertengkaran , baik kita melakukannya secar langsung maupun melalui alat alat komunikasi.

komunikasi adalah penyampaian pesan yang dapat berupa ungkapan ungkapan seperti memeberi informasi atau pengetahuan. memberi gagasan atau bertukar pikiran, atau yang sejenisnya dengan ucapan ataupun tulisan. komunikasi merupakan unsur penting dalam segala aspek manusia.

Etika dalam berbicara atau berkomunikasi dapat dilihat dari seseorang berkomunikasi. kita semua pasti akan menghargai orang yang berbicara dengan sopan daripada orang yang berbicara dengan kasar atau tidak sopan kepada kita.  berikut adalah etika berkomunikasi yang benar semoga bermanfaat :

1. Fokus Pada Pembicara
Fokus dalam berkomunikasi merupakan kunci agar informasi yang disampaikan orang akan lebih kita pahami. biasanya orang cenderung tidak memperhartikan lawan bicara dan sering kehilangan beberapa bagian informasi yang disampaikan sehingga terjadi kesalahpahaman antara kedua pihak.

2. Fokus Pada Permasalahan
Dalam beberapa kejadian beberapa orang melupakan pokok permasalahan yang dihadapai atau dibicarakan. Hal ini terjadi karena informasi yang disampaikan sudah melenceng dari komunikasi. Maka dari itu perlu adanya penyusunan konsep permasalahan agar permasalahan yang dihadapai disusun dan lebih efisien

3. Jangan Menyela Pembicara
Komunikasi yang baik adalah komunikan yang mau mendengarkan dengan bijaksana perkataan dari komunikator dan menghargai apa yang dikatakan orang lain dan tidak menyela pembicaraan dari orang lain apabila yang dia belum selesai berbicara.

4. Saling Menghargai
Biasanya kita seling merasa bosan dalam berkomunikasi karena informasi yang disampaikan terasa bosan. Maka dari itu dengan candaan atau gurauan agar pendengar atau komunikan tidak merasa bosan dengan apa yang kita sampaikan

Teknik Adu Mulut

Teknik Adu Mulut

teknik adu mulut
Teknik adu mulut – materi yang bagus saja tidak cukup untuk memenangkan adu mulut atau perdebatan dengan seseorang. anda juga harus bisa membuat lawan adu mulut anda terpojok dengan silat lidah anda. Anda juga butuh beberapa kemampuan atau skill tentang komunikasi, seperti bahasa tubuh, intonasi cara penyampaian, pemilihan bahasa, pemasangan pemikiran dan banyak lagi.

Adu mulut biasa terjadi disosialita kita. biasanya diakibatkan perbedaan pendapat plus saling ngotot dan keras kepala. berikut adalah rangkaian teknik adu mulut yang akan kita bahas semoga anda lebih jago berargument dan adu mulut dengan lawan anda :

1. Biarkan lawan menyampaikan persoalannya
Jangan menyela lawan anda dan biarkan dia menjelaskan persoalannya, Bukan hanya akan melukai ego orang lain kalau kita menyela peerkataannya dan mengesampingkannya. Kita menghadapi apa yang disebut oleh psikologi  jaringan mental. Orang yang mempunyai unek unek yang menyesakkan dadanya mempersiapkan kondisi mentalnya. kalau kita ingin agar gagasan kita didengarkan , belajarlah untuk lebih dulu mendengarkan kata kata orang lain.

2. Diamlah sejenak sebelum menjawab 
Ini adalah ketentuan yang berhasil dengan baik dalam percakapan ketika tampaknya tiada pertengkaran pendapat. Setelah seseorang mengajukan pertanyaan kepada anda. lihatlah dia kemudian diamlah sejenak sebelum anda menjawab. ini akan menyampaikan kepada lawan bicara anda bahwa pernyataan lawan sedang dipertimbangkan. anda menganggap apa yang dikatakannya sebagai hal yang cukup penting untuk dipikirkan.

3. Jangan terlalu ngotot untuk menang 100%
Kebanyakan dari kita ketika terlibat dalam suatu adu mulut ingin berusaha membuktikan bahwa kita secara 100% benar dan orang lain salah dalam segala hal. Seorang yang ahli selalu memberikan sesuatu dan mendapatkan beberapa hal yang bisa di setujui.

Kalau orang lain mempunyai sudut pandang yang bisa anda setujui. dan kalau anda mengalah dalam beberapa hal kecil yang tidak penting, orang lain akan lebih mudah menyerah setelah anda sampai pada persoalan yang besar.