Oleh-Oleh Dari Beselworld 2018

Setelah 6 hari yang sangat mengesankan, akhirnya acara Baselworld 2018 yang diadakan di kota Basel Swiss telah selesai. Sekedar info untuk anda, Baselworld 2018 adalah sebuah acara exclusive yang digelar setahun sekali yang dihadiri oleh berbagai merek jam tangan tekenal di dunia. Ada ratusan jam tangan keluaran terbaru yang telah dilihat tim kami, dan ada beberapa jam tangan yang cukup menarik perhatian kami.

Berikut kami rangkum beberapa jam terbaru yang pilihan khusus tim kami :
1. Tissot T-Race MotoGP Limited Edition (8.888 Pcs)
Tissot adalah salah satu produsen jam tangan yang harus anda kunjungi selama acara Baselworld 2018 tahun ini. Mereka selalu mempertahankan kualitas produknya jadi tidaklah heran jika Tissot menjadi sebuah brand jam tangan yang sangat terkenal di seluruh dunia.

Kali ini Tissot meluncurkan Tissot T-Race MotoGP Limited Edition yang hanya diproduksi sebanyak 8.888 buah saja. Tissot Limited Edition ini menggunakan Movement ETA G10 Quartz Chronograph dengan diameter sebesar 43mm. Untuk bahan Case-nya dibuat dari material Stainless Steel yang dibalut coating berwarna Rose Gold. Selain itu jam tangan ini memiliki fitur Water Resistant hingga kedalaman 100 meter.

2. Citizen Satelite Wave GPS CC7005-16E
Citizen adalah brand produsen jam tangan yang selalu aktif dan selalu memberikan inovasi terbaru dalam setiap produk jam tangan mereka. Pada event Baselworld tahun 2018 kali ini, Citizen berhasil mencuri perhatian sebagian besar para pecinta jam tangan mewah.

Sesuai dengan namanya, jam tangan seri ini mampu menerima sinyal dimanapun. Untuk penyesuaian waktu hanya membutuhkan 3 detik saja. Jam ini dilengkapi dengan Eco-Drive yang diklaim dapat bertahan sampai dengan 2.5 tahun dalam keadaan full charge, walaupun dalam keadaan yang kurang cahaya. Jam tangan ini berdiameter 48mm yang terbuat dari bahan Super Titanium serta balutan warna Bold-Green semakin membuat jam tangan ini kelihatan begitu mempesona.

3. G-Shock MRG-G2000HA “Tetsu-Tsuba” Limited Edition (350 pcs)
Pada event Baselworld 2018 kali ini, Casio juga merupakan salah satu brand jam tangan yang harus diperhitungkan. Casio sendiri adalah merupakan produsen jam tangan berkualitas tinggi, dimana pada jam tangannya memadukan teknologi terkini dengan design yang cukup unik.

Kali ini G-Shock menghadirkan seri Top of the line yaitu G-Shock MRG-G2000HA “Tetsu-Tsuba” Limited Edition yang hanya diproduksi 350 buah saja. Untuk seri G-Shock Limited Edition ini memliliki fitur yang cukup menarik, diantaranya : Arc Ion Plating Treatment, Solar Powered, Hybrid Mount Counstruction, Super Illuminator LED Light, serta memiliki Water Resistance sampai dengan 20 ATM. Untuk jam tangan seri ini juga dapat terhubung dengan G-Shock Connected App yang ada di smartphone anda.

4. Seiko Astron SSE174 The Astron Novak Djokovic Limited Edition (1.500 pcs)
Seperti pada tahun-tahun yang lalu, Seiko juga merupakan salah satu brand ternama yang wajib dikunjungi. Pada tahun 2018 ini merupakan tahun untuk Jam Diver Seiko. Pada Baselworld kali ini Seiko Astron adalah salah satu seri yang paling ditunggu oleh para pencinta jam tangan.

Sejak tahun 2012 yang lalu, Seiko Astron begitu populer khususnya di kalangan para travelers internasional. Kemudian pada tahun 2017 lalu, Seiko Astron meluncurkan seri Executive dimana seri ini didesign agar dapat dipakai untuk kegiatan sehari-hari Anda. Seri Seiko Astron SSE174 The Astron Novak Djokovic Limited Edition ini diproduksi secara terbatas yaitu hanya 1.500 buah saja. Jam tangan seri ini menggunakan movement 8X53 dengan diameter sebesar 46.7mm dan ketebalan hanya 14.5mm saja. Jam tangan seri ini pun memiliki fitur Water Resistance sebesar 20 bar.

Tourbillon Ala Negeri Tirai Bambu

Tourbillon movement atau biasa disebut dengan mesin tourbillon, pertama kali diperkenalkan pada tahun 1795 dan telah dipatenkan oleh Abraham-Louis Breguet, yaitu seorang keturunan Perancis dan Swiss pada 26 Juni 1801. Mesin Tourbillon ini memiliki fungsi untuk mengurangi efek dari gaya gravitasi agar jam tangan tetap berfungsi secara normal pada posisi apapun dan bahkan di tempat yang memiliki gaya gravitasi yang rendah sekalipun.

Pada tahun 2005, Sea-Gull meluncurkan sebuah jam tangan pertamanya yang menggunakan mesin tourbillon. Tianjin Economic Commission (Badan Ekonomi Tianjin) menyatakan bahwa teknologi dikembangan dan digunakan Seagull ini adalah merupakan sebuah teknologi terdepan dalam negeri pada saat itu. Sejak saat itu, Seagull Watch kemudian memulai persaingannya dengan tiga kekuatan utama dalam industri jam tangan mechanical dunia pada saat itu. Hal tersebut kemudian secara perlahan-lahan mulai menghilangkan persepsi masyarakat bahwa jam tangan mechanical yang kompleks serta mewah bukan hanya diproduksi oleh Swiss dan Jerman saja.

Salah seorang pengguna jam tangan Tourbillon produksi Sea-Gull membandingkan jam tangan Sea-Gull dengan jam tangan buatan Swiss miliknya. Dimana dia berpendapat bahwa jam tangan Tourbillon produksi Sea-Gull tidak kalah kualitasnya jika dibandingkan dengan jam tangan buatan Swiss. Sebaliknya, akurasi dari jam terutama akurasi menitnya memiliki kualitas yang lebih baik saat dibandingkan dengan jam tangan buatan Swiss. Jam tangan Tourbillon produksi Sea-Gull pun kelihatan lebih kokoh. Dilihat dari segi design jam tangan Tourbillion Seagull ini tidak kalah elegan dan exclusive. Kesan mewah ini terpancar jelas pada desain jam tangan merek Sea-Gull ini. Kemudian Ia pun menambahkan bahwa Tourbillon ini merupakan sebuah jam tangan yang membutuhkan servis rutin yang tinggi, hal ini sesuai dengan tingkat kerumitan dari mesin yang digunakan. Oleh karena itu, merek jam tangan Sea-Gull ini lebih bisa diandalkan untuk pemakaian sehari-hari, ditambah dengan harganya yang lebih bersahabat. Sementara untuk jam tangan buatan Swiss menurutnya masih terlalu mahal. Walaupun jam tangan Toubillon ini buatan China, ternyata jam tangan ini punya nomor seri yang unik yang bertujuan untuk membuktikan keasliannya. Menurutnya, untuk kali ini produk dengan label “made in China” tidak menggambarkan tentang produk imitasi atau produk yang berkualitas rendah, tapi produk yang berkualitas tinggi dengan design yang berkelas, elegan, serta exclusive.

Jam Tangan Made in Swiss atau Jepang ?

Pada umumnya jam tangan buatan Swiss telah dikenal sebagai jam tangan mewah dan harganya yang cukup mahal. Hal tersebut dikarenakan kualitas yang diberikan sangat bagus, baik itu dari sisi pembuatannya yang sangat teliti oleh para maestro jam tangan serta memiliki nilai seni yang tinggi. Sedangkan untuk jam tangan buatan Jepang ini lebih terkenal sebagai jam tangan yang memiliki harga ekonomis dengan kualitas yang cukup bagus namun kebanyakan memiliki fitur yang canggih.

Banyak pertanyaan yang muncul tentang perbedaan kedua jam tangan ini. Pada umumnya acuan yang digunakan untuk memilih kedua jam tangan ini adalah sisi sejarah jam tangan, kualitas jam tangan, mekanisme yang digunakan, bentuk dan design jam tangan, fitur yang ditawarkan serta harga dari jam tangan tersebut.

SISI SEJARAH
Pada awalnya jam tangan buatan Swiss ini mulai dikenal orang pada abad ke-15. Popularitas jam tangan buatan Swiss ini meningkat seiiring dengan munculnya kreasi-kreasi para maestro jam tangan di Jenewa, Switzerland. Jam tangan buatan Jepang mulai diproduksi jauh setelahnya yakni sekitar pada abad ke-20. Namun industri dari jam tangan buatan Jepang ini mengalami kesuksesan yang luar biasa pada era itu.

Swiss sendiri memang sudah terkenal sebagai penghasil jam tangan dengan designnya yang mewah, berkualitas tinggi, harga yang mahal serta keahlian yang tinggi. Mereka dapat membuat jam tangan dengan design yang langka dan dibuat secara khusus untuk orang-orang yang hebat serta terkenal. Jadi tidaklah heran jika rata-rata jam tangan buatan Swiss hanya bisa dijangkau oleh para kaum elite. Para produsen Jepang menggunakan kesenjangan ini dengan cara memproduksi jam tangan buatan mereka dengan harga yang ekonomis namun dengan kualitas tidak kalah dengan buatan Swiss. Kemudian pada abad ke-20 para produsen jam tangan Jepan pun menjadikan ide ini sebagai sebuah lahan industri yang menjanjikan.

KUALITAS DAN MEKANISME
Demi untuk mempertahankan kualitas terbaik dari jam tangan buatan Swiss, maka dibentuklah sebuah federasi yang khusus bekerja hanya untuk memastikan bahwa setiap jam tangan yang telah diproduksi sudah memenuhi standar (Federation of the Swiss Watch Industry). Pada tahun 1960 Jepang mulai memproduksi jam tangan yang lebih kecil dengan cara mengecilkan ukuran rangka jam (case). Para produsen jam tangan Jepang pun mengurangi konsumsi energi pada jam tangan buatan mereka. Biasanya jam tangan buatan Jepang selalu menawarkan fitur-fitur tambahan yang inovatif dan praktis. Hal ini bertujuan agar mudah dalam perawatannya.

untuk mekanisme nya, jam tangan buatan Swiss biasannya menggunakan ETA Movement sedangkan pada jam tangan buatan Jepang biasanya menggunakan Miyota Movement. Harga dari Swiss ETA Movement ini memiliki harga yang lebih mahal jika dibandingkan harga Miyota Movement.

SISI DESIGN DAN FITUR
Jam tangan Swiss biasanya cenderung untuk membuat jam tangan itu sama dengan fungsi jam tangan asli sebelumnya. Sementara untuk jam tangan Jepang sendiri memiliki design yang agak melenceng dari fungsi jam tangan aslinya. Salah satu keuntungan dari jam tangan buatan Swiss ini adalah ada pada fitur ‘power reverse’. Jam tangan buatan Swiss biasanya lebih baik dan akurat dibandingkan dengan jam tangan buatan Jepang walaupun sudah memiliki fitur choronograph.

SISI BIAYA & HARGA
Walaupun Jepang yang pertama kali memperkenalkan jam tangan jenis Quartz, Namun jam tangan mewah dari Swiss biasanya memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan jam tangan dari Jepang. itu dikarenakan jam tangan buatan Swiss memiliki kualitas yang tinggi. Jam tangan buatan Swiss berjenis Quartz memiliki tingkat akurasi yang tinggi, tingkat ketahanan air yang tinggi, kehandalan serta ketahanannya terhadap goncangan. Jam tangan dari Swiss pun terkenal sebagai simbol ketenaran, kekayaan serta status pemakainya.

Sedangkan untuk jam tangan buatan Jepang ini muncul sebagai pemimpin dunia di bidang inovasi serta teknologi mereka. Jam tangan buatan Jepang memperkenalkan teknologi kinetik sehingga tidak memerlukan baterai untuk menjalankan jam tangan tersebut. Fitur lain biasanya ditawarkan oleh jam tangan buatan Jepang adalah fitur GPS, Stopwatch, Alarm, dan lain sebagainya. Jam tangan buatan Jepang biasanya ditawarkan dengan harga lebih terjangkau, dengan kombinasi fitur, kualitas serta fungsional.

Kesimpulannya kedua jam tangan ini masing-masing memiliki keunggulannya tersendiri, itu kembali lagi kepada selera dan kemampuan Anda untuk menentukan jam tangan mana yang menurut Anda lebih baik.

Jam Tangan Limited Edition Tissot T-Race Marc Marquez

Mungkin sebagian dari anda pasti sudah tidak asing dengan nama Marc Marquez apalagi jika anda adalah penggemar dari MotoGP. Marc Marquez menjadi pembalap paling muda yang memenangkan perlombaan balap paling bergengsi didunia yaitu MotoGP sampai dengan 4 kali. Dia pernah menyabet gelar di kategori 125cc pada tahun 2010, di ajang Moto2 pada tahun 2012 serta 4 kali di kategori MotoGPTM pada 2013, 2014, 2016 dan 2017.

Marc Marquez adalah salah satu dari beberapa pembalap populer di sirkuit pada saat usia 25 tahun, selain itu ternyata Marc Marquez berhasil mencuri perhatian Tissot, yaitu sebuah brand jam tangan ternama dari Swiss. Marc Marquez terpilih menjadi salah satu duta dari brand jam tangan yang menjadi Time Keeper resmi pada MotoGPTM.

Tissot memberikan penghormatan khusus kepada sang juara muda ini dengan meluncurkan sebuah jam tangan Limited Edition dengan nama Tissot T-Race Marc Marquez. Jam tangan bertema sporty ini menggabungkan bentuk yang kokoh dan sporty dari seri Tissot T-Race. Jam tangan ini menawarkan design unik dengan balutan warna oranye yang agak mencolok di beberapa bagian jam tersebut, warna oranye ini merupakan warna kebanggaan dari tim sang juara.

Untuk bagian strapnya menggunakan Soft Silicone Strap yang diklaim sangat nyaman saat dipakai, aksen jahitan dengan menggunakan benang berwarna oranye menunjukan semangat yang membara dari Marc Marquez. Dengan bentuk casing ramping yang dibuat dengan bahan ultimate Stainless Steel 316L dengan lapisan warna hitam dan abu-abu yang dibuat dengan teknik pewarnaan PVD (Physical Vapor Deposition), sehingga warna jam tangan ini tidak akan mudah luntur dalam jangka waktu yang lama. Paduan dari material serta teknik pewarnaan itu menggambarkan kemampuan seorang Marc Marquez saat berada di arena balap, dengan keterampilannya, ketahanannya serta tekad yang besar untuk menjadi seorang. Hal-hal itulah yang menjadi alasan utama dibalik terpilihnya Marc Marquez menjadi duta untuk Tissot.

Jam tangan dengan diameter 43 – 47 mm ini termasuk dalam kelas yang exclusive, dimana jam tangan Tissot T-Race Marc Marquez hanya diproduksi 4.999 buah saja. Bentuk kotak dari jam tangan ini pun sangat unik, yaitu bebentuk seperti helm balap dari Marc Marquez. Hal ini tentu saja menambah nilai dari jam tangan ini dan sekaligus menjadi buruan oleh para kolektor dan para penggemar MotoGP.

TAG HEUER MONACO GULF 2018 EDITION

Jam Tangan Tag Heuer Monaco Gulf yang diluncurkan pada tahun 2018, adalah merupakan salah satu produk iconic dari Tag Heuer. Jam tangan ini yang baru saja diluncurkan beberapa bulan yang lalu sebelum acara Baselworld 2018 digelar. Dengan memadukan design casing Monaco serta warna Gulf Oil yang khas, maka jam tangan ini dapat menjadi salah satu jam tangan Tag Heuer yang cukup layak untuk dikoleksi tahun 2018 ini.

Gulf Oil adalah sebuah perusahaan yang tercatat pertama sekali melakukan pengeboran minyak di laut lepas dan sekaligus membuka pom bensinnya sendiri. Selain itu Gulf Oil juga merupakan salah satu perusahaan minyak and gas terbesar di dunia dan sudah beroperasi lebih dari 115 tahun. Didunia balapan brand Gulf Oil ini sudah tidak asing lagi.

Paduan warna biru dan oranye yang menjadi ciri khas Gulf sering sering kita lihat dalam acara balapan terkenal di Eropa, khususnya Le Mans. Strategi marketing yang diterapkan Gulf sama dengan brand Tag Heuer yang juga kerap kali mempromosikan produk mereka dalam berbagai acara otomotif, hal inilah yang akhirnya membuat kedua perusahaan besar ini berkolaborasi untuk menghasilkan sebuah jam tangan yang bertipe Chronograph.

Kedua perusahaan ini telah menjalin hubungan kerjasama sejak tahun 1971 dalam sebuah proyek film yang berjudul Le Mans dan dibintangi oleh aktor ternama, yakni Steve McQueen. Pada film tersebut, sering sekali menampilkan Steve yang terlihat mengenakan Jam Tangan Tag Heuer Monaco Gulf, sambil mengendarai Porsche 917K dengan warna yang menjadi ciri khas dari Gulf yakni biru muda dan oranye.

Walaupun demikian, Jam Tangan Tag Heuer Monaco Gulf ini tidak bisa dibilang baru, pasalnya Jam tangan ini masih menggunakan movement, dial, serta casing yang masih sama dengan model Tag Heuer Monaco Calibre 11 Steve McQueen ref. CAW211P, yang diduproduksi pada tahun 2015 lalu. Yang menjadi perbedaan kedua jam tangan ini hanya sebatas pada warnanya saja.

Jam tangan edisi Monaco yang terbaru ini memiliki bentuk design yang sama dengan versi sebelumnya, yaitu dengan design berbentuk kotak persegi yang berukuran 39 x 39 mm. Untuk tampilan dial dari jam tangan ini juga memiliki warna yang sama dengan strap kulit berwarna hitam dihiasi dengan motif jahitan benang berwarna oranye.

Jam Tangan Tag Heuer Monaco Gulf menggunakan movement dengan caliber 11 dan kecepatan 4 hz. Ini merupakan mesin yang mengadopsi movement ETA dan ditambah dengan modul Chronograph, serta memiliki power reserve yang dapat bertahan selama 44 jam.

Yang menjadi nilai tambah dari Jam Tangan Tag Heuer Monaco Gulf adalah kita dapat menikmati keindahan movementnya dari kaca sapphire yang ada pada bagian belakang jam. Selain itu, jam tangan ini pun memiliki ketahanan air sampai dengan 100 meter. Wow that’s great! Untuk harga yang ditawarkan adalah sekitar 6.000 US Dollar atau setara dengan 87 juta Rupiah.

OMEGA “Jam Tangan Luar Angkasa”

Perusahaan jam tangan Omega sering sekali menggunakan embel-embel moonwatch dalam strategi pemasaran produk mereka. Faktanya adalah jam tangan Omega ini khususnya tipe Speedmaster ini adalah sebuah jam tangan yang pertama sekali dipakai oleh para astronot NASA di bulan pada tahun 1960-an.

Jam tangan Omega Speedmaster ini juga menjadi satu-satunya jam tangan yang telah mendapatkan sertifikasi resmi dari NASA untuk dipakai di luar angkasa serta juga telah terbukti dipilih oleh badan luar angkasa milik Russia yaitu NPO Energija.

Adapun cerita dibalik terpilihnya jam tangan Omega Speedmaster ini bisa dibilang unik. Pada awal tahun 1960-an saat NASA membutuhkan jam tangan Chronograph yang bisa dipakai oleh para astronot dalam menjalankan misinya di luar angkasa, para astronot ini memerlukan sebuah jam tangan akurat yang mampu untuk bertahan di berbagai macam kondisi ekstrim misalnya perubahan suhu, kelembapan udara, guncangan, tekanan, serta keadaan tanpa adanya gaya grativasi.

Pada saat itu NASA tidak memiliki waktu yang cukup untuk memproduksi jam tangan milik mereka sendiri, oleh karena itu pihak NASA pun mengutus beberapa orang ke kota Houston untuk membeli lima buah tipe jam tangan chronograph dengan merek yang berbeda-beda untuk kemudian diuji oleh pihak NASA.

Pada tahap pengujian yang pertama, hanya tersisa 3 buah jam tangan saja yang masih tetap beroperasi dengan baik. Lalu pada tahap pengujian yang selanjutnya hanya 1 jam tangan saja yang tersisa yaitu Omega Speedmaster Professional. Kemudian NASA membeli semua merek tersebut agar bisa dilakukan pengujian selanjutnya.

Setelah semua tahap pengujian selesai dilaksanakan, pada tanggal 1 Maret 1965 pihak NASA pun mengumumkan bahwa jam tangan Omega Speedmaster sebagai “Officially Certified Wristwatch For All Manned Space Missions.” Sementara saat itu Omega sendiri pun belum mengetahui prestasi yang telah dicapai oleh jam tangan produksi mereka itu.

Sejak saat itulah jam tangan Omega Speedmaster selalu dibagikan kepada para astronot NASA yang hendak menjalankan misi ke luar angkasa. Puncak dari pencapaian Omega Speedmaster jatuh pada tanggal 21 Juli 1969. Dimana pada saat itu Apollo 11 berhasil mendarat di bulan, jam tangan Omega Speedmaster ini pun berhasil membuat sebuah sejarah baru dalam dunia jam tangan yaitu sebagai jam tangan pertama yang dipakai manusia di bulan.

Pada bulan April tahun 1970 Omega sekali lagi membuktikan ketangguhan jam tangannya, pada saat itu misi Apollo 13 mengalami masalah pada sistem komputer mereka, saat itu para astronot NASA terpaksa harus menggunakan jam tangan Omega Speedmaster Chronograph milik mereka untuk menghitung waktu pembakaran pesawat mereka saat kembali masuk ke atmosfer bumi.

Pada acara Baselworld 2015 yang lalu, Omega kembali meluncurkan jam tangan tipe terbaru dari Moonwatch yang dinamakan dengan Darkside Of The Moon. Jam tangan tipe ini diluncurkan dengan empat varian yang berbeda satu sama lain, jam tangan varian terbaru dari Omega ini juga telah menggunakan mesin terbaru mereka yakni Omega Co-Axial 9300 Caliber yang dilengkapi dengan fitur anti gelombang elektromagnetik.

Jam tangan ini merupakan sebuah teknologi baru dibandingkan dengan versi aslinya yang hanya menggunakan kaca plexi. Untuk harga dari jam tangan ini adalah 12.000 Dollar AS atau jika dirupiahkan sekitar 167 juta Rupiah, ini merupakan sebuah harga yang cukup sepadan bagi anda untuk memiliki sejarah pendaratan pertama manusia di bulan.